Mensyukuri Nikmat dan Bermanfaat bagi Sesama

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Saat manusia merasa sehat dan merasa memiliki waktu luang, yang terjadi justru lalai dan tidak bersyukur. Sehat dan waktu luang adalah nikmat Allah yang luar biasa mahalnya. Sayang, saat keduanya diberikan, justru menimbulkan kelalaian untuk bersyukur.

Nabi bersabda:

”Ada dua kenikmatan yang banyak menipu manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang” (HR. Bukhari)

Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini –yaitu waktu luang dan nikmat sehat, hendaklah kita bersemangat. Jangan sampai kita tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan.

Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.

Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun kita tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat.

Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu.

Barangsiapa yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah yang akan berbahagia. Sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah yang betul-betul tertipu.

Sadarilah bahwa waktu hidup kita sungguh terbatas. Nafas kita hanya sesaat. Setiap tarikan dan hembusan nafas tak lebih dari sebuah pertanda bahwa usia kita di dunia telah berkurang.

Sungguh sangat singkat usia duniawi kita ini. Karenanya, setiap saat yang ditinggalkan bahkan setiap bagian terkecilnya adalah permata yang tak ternilai dan tiada bandingnya. Karenanya jangan sia-siakan permata umurmu tanpa melakukan suatu amalan. Jangan engkau biarkan ia pergi tanpa mendapatkan balasan yang setimpal.

Bersungguh- sungguhlah agar setiap tarikan nafasmu tak pernah kosong dari kesalehan dan taqarrub padaNya. Sebab jika engkau kehilangan sebutir permata duniamu, betapa sedihnya hatimu diakhirat nanti di hadapan Allah.

Bagaimana jika yang hilang adalah permata akhiratmu?

Bagaimana mungkin engkau bisa menyiakan dan membuang detik-detikmu begitu saja?

Bagaimana mungkin engkau ‘tenang- tenang’ saja, padahal semakin banyak jejak jejak usiamu di dunia ini yang terhapus?

Janganlah tertipu dengan banyaknya amal ibadah yang telah dilakukan, karena sesungguhnya kita tidak mengetahui apakah Allah menerima amalan itu atau tidak.

Semoga Allah berikan kesehatan, ketaatan dan kebermanfaatan dalam hidup kita. Aamiin

In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. || fimdalimunthe55@gmail.com

ismirzaf@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Search