*)Oleh: Muhammad Nashihudin MSI
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
Ego! Istilah ini merujuk pada konsep diri atau identitas seseorang yang dapat mempengaruhi perilaku dan interaksi dengan orang lain.
Definisi Ego
Ego adalah bagian dari kepribadian seseorang yang terkait dengan kesadaran diri, identitas, dan persepsi tentang diri sendiri.
Jenis Ego
1. Ego Positif: Ego positif dapat membantu seseorang memiliki kepercayaan diri dan motivasi untuk mencapai tujuan.
2. Ego Negatif: Ego negatif dapat menyebabkan seseorang menjadi sombong, egois, dan tidak peduli dengan kebutuhan orang lain.
Dampak Ego
1. Hubungan dengan Orang Lain: Ego dapat mempengaruhi hubungan seseorang dengan orang lain, baik dalam konteks personal maupun profesional.
2. Pengambilan Keputusan: Ego dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan seseorang, baik dalam konteks pribadi maupun profesional.
3. Keseimbangan Emosi: Ego dapat mempengaruhi keseimbangan emosi seseorang dan kemampuan untuk mengelola stres dan tekanan.
Mengelola Ego
1. Kesadaran Diri: Kesadaran diri tentang ego dan dampaknya dapat membantu seseorang mengelola ego dengan lebih baik.
2. Empati: Empati dan kemampuan untuk memahami kebutuhan dan perasaan orang lain dapat membantu seseorang mengelola ego dengan lebih baik.
3. Refleksi: Refleksi dan evaluasi diri dapat membantu seseorang mengelola ego dengan lebih baik dan meningkatkan kesadaran diri.
Pelajaran yang Dapat Diambil
1. Pentingnya Kesadaran Diri: Mengelola ego menekankan pentingnya kesadaran diri dan kemampuan untuk memahami dampak ego pada diri sendiri dan orang lain.
2. Empati dan Kerendahan Hati: Mengelola ego juga menekankan pentingnya empati dan kerendahan hati dalam berinteraksi dengan orang lain.
Dengan memahami konsep ego, kita dapat meningkatkan kesadaran kita tentang pentingnya mengelola ego dan mengembangkan kesadaran diri yang lebih baik.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَـقُّ اَهْوَآءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ۗ بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ
“Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 71)
Egois yang tidak terkendali dapat membahayakan bagi empunya. Orang orang ego merasa dirinya paling benar sehingga mereka susah untuk menerima kebenaran.
Dengan mentadabburi ayat ayat dan hadits berikut ini.
1. Nabi Yusuf AS lebih memilih wahyu daripada hawa nafsu
قَا لَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْۤ اِلَيْهِ ۚ وَاِ لَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَ كُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ
“Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.””
(QS. Yusuf 12: Ayat 33)
2.Bahayanya ego
اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ وَاَ ضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةً ۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 23)
3. Ego susah dikendalikan
اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ ۗ اَفَاَ نْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًا
“Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 43)
