Menyambut Baik Bulan-Bulan Haram

*) Oleh : Nida’ul Fulaihah
Mahasiswa LIPIA Jurusan Lughah Jakarta
www.majelistabligh.id -

بدأت رحلة الأشهر الحرم، ثلاثة أشهر متتالية..
[ذو القعدة وذو الحجة ومحرم]
تقرب إلى الله بكل ما تستطيع من الطاعات، فالأجور تضاعف في الزمان الفاضل
ولا تنس قوله تعالى:
﴿فلا تظلمُوا فيهنّ أنفسكم﴾
أي: فلا تَظلِموا أنفسكم في هذه الأشهُر الأربعة الحُرُم، بارتكابِ السّيئات.
‏ وهي أشهر يُستحبّ فيها الإكثار من العمل الصالح
فلا تغفلوا!

Perjalanan bulan-bulan haram telah dimulai, yaitu tiga bulan berturut-turut: Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Mendekatlah kepada Allah dengan segala amal ketaatan yang mampu kamu lakukan, karena pahala dilipatgandakan pada waktu-waktu mulia ini.

Firman Allah SWT: “Maka janganlah kamu menzhalimi dirimu sendiri pada bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Janganlah kamu menzalimi dirimu sendiri pada empat bulan haram ini dengan melakukan kemaksiatan.
Ini adalah bulan-bulan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh.
Jangan sampai kamu lalai!

Bulan-Bulan Haram

Mulai hari ini hingga tiga bulan ke depan (Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram) merupakan bulan yang istimewa. Dikatakan istimewa karena memiliki keistimewaan tersendiri. Setidaknya ada tiga hal penting yang terkait dengan bulan ini.

Pertama, kesucian dan kekhususan: Bulan-bulan haram dianggap sebagai waktu yang suci dan khusus, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan meningkatkan kualitas spiritual.

Kedua, penghormatan terhadap Ka’bah: Bulan-bulan haram terkait dengan ritual haji dan umrah di Ka’bah, yang merupakan simbol kesucian dan kekhususan dalam Islam. Oleh karena itu, umat Islam pada bulan-bulan ini dapat menunaikan ritual ibadah haji.

Ketiga, pemeliharaan keamanan dan perdamaian: Larangan perang pada bulan-bulan haram bertujuan untuk memelihara keamanan dan perdamaian, sehingga umat Islam dapat fokus pada kegiatan spiritual dan kebaikan tanpa gangguan.

Pada bulan-bulan ini terdapat larangan perang dengan beberapa alasan:

Pertama, menghormati kesucian waktu: Bulan-bulan haram dianggap sebagai waktu yang suci, sehingga perang dan kekerasan tidak diperbolehkan.

Kedua, memelihara keamanan dan stabilitas: Larangan perang pada bulan-bulan haram membantu menjaga keamanan dan stabilitas, sehingga umat Islam dapat melakukan kegiatan spiritual dan kebaikan dengan tenang.

Ketiga, meningkatkan kualitas spiritual: Dengan menghindari perang dan kekerasan, umat Islam dapat fokus pada kegiatan spiritual dan kebaikan, sehingga meningkatkan kualitas spiritual mereka.

Fokus Berbuat Baik

Pada bulan-bulan haram ini, dianjurkan untuk melakukan ibadah:

Pertama, berpuasa: Banyak umat Islam yang berpuasa pada bulan-bulan haram, terutama pada hari-hari tertentu, seperti tanggal 9 dan 10 Muharram.

Kedua, beramal shalih: Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal shalih, seperti sedekah, zakat, dan kegiatan sosial lainnya.

Ketiga, meningkatkan kualitas spiritual: Bulan-bulan haram dianggap sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas spiritual, sehingga umat Islam dapat memperbanyak kegiatan spiritual dan kebaikan.

Dengan demikian, bulan-bulan haram memiliki kedudukan khusus dalam Islam, dan larangan perang serta anjuran untuk melakukan perbuatan baik pada bulan-bulan ini memiliki latar belakang yang kuat dalam sejarah dan ajaran Islam.

Oleh karena itu, dianjurkan kepada umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan segala amal ketaatan yang mampu dilakukan, karena pahala dilipatgandakan pada waktu-waktu mulia ini.

Mengisi bulan-bulan haram dengan berbagai amal kebaikan merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظۡلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمۡ ۚ وَقَٰتِلُواْ ٱلۡمُشۡرِكِينَ كَآفَّةٗ كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمۡ كَآفَّةٗ ۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah: 36)

Allah, sebagai Maha Pencipta dan Maha Bijaksana, adalah sumber agama yang lurus.

Oleh karena itu, larangan untuk menganiaya diri pada empat bulan haram ini, serta kewaspadaan yang tinggi dalam memerangi kaum musyrikin yang terus menciptakan ketidakstabilan di negara-negara Muslim, sangat ditekankan. (*)

Jakarta, 29 April 2025

Tinggalkan Balasan

Search