“Feel the sweetness of the same time as a third of the night. There, the hijab between the servant and the Rabb feels thin, and the outpouring of his affection is so close.”
(Rasakan manisnya bermunajat di sepertiga malam. Di sana, hijab antara hamba dan Rabb-nya terasa tipis, dan curahan kasih sayang-Nya begitu dekat)
Di tengah sunyinya malam, saat sebagian besar manusia terlelap dalam buaian mimpi, tersembunyi sebuah ibadah yang sarat akan keutamaan yakni shalat tahajud.
Lebih dari sekadar ibadah sunah, tahajud adalah jembatan spiritual yang menghubungkan seorang hamba dengan Rabb-nya secara lebih intim. Ia adalah saat di mana doa-doa dipanjatkan dengan khusyuk, air mata penyesalan diteteskan, dan harapan-harapan dibisikkan dalam keheningan.
Salah satu rahasia terbesar shalat tahajud terletak pada waktu pelaksanaannya. Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, menawarkan ampunan dan mengabulkan permohonan hamba-Nya.
Momentum istimewa ini memberikan peluang emas bagi seorang muslim untuk meraih kedekatan dengan Sang Khalik dan mendapatkan limpahan rahmat-Nya. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS.Al-Isra’ :79)
Ayat ini secara jelas menyebutkan perintah untuk melaksanakan tahajud dan menjanjikan kedudukan yang terpuji bagi pelakunya.
Rasulullah saw bersabda:
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِصَلَاةُ اللَّيْلِ
“Salat yang paling utama setelah (salat) fardu adalah salat malam (tahajud).” (HR. Muslim No.1163)
Hadis ini menunjukkan tingginya derajat shalat tahajud dibandingkan dengan shalat sunah lainnya.
Lebih dari itu, salat tahajud juga memiliki dampak positif bagi kehidupan seorang muslim. Ia melatih kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati.
Berdiri di hadapan Allah di kegelapan malam, meninggalkan kenyamanan tidur, membutuhkan perjuangan melawan hawa nafsu.
Kemenangan atas diri sendiri ini akan memancarkan energi positif dalam aktivitas sehari-hari.
Tahajud juga menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa, memohon ampunan atas dosa-dosa, dan meminta pertolongan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Jadi, salat tahajud bukan sekadar ibadah tambahan, melainkan sebuah rahasia untuk meraih kedekatan dengan Allah, mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya, serta menguatkan spiritualitas dan mental seorang muslim.
Dengan meluangkan waktu di keheningan malam untuk bermunajat, seorang hamba membuka pintu keberkahan dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Mari jadikan shalat tahajud sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitas ibadah kita, dan rasakan sendiri keajaiban serta keutamaannya.
Semoga bermanfaat. (*)
