Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat mulia dalam Islam. Di dalamnya terdapat sejumlah hari istimewa yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Terutama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang sangat dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amal shalih, termasuk ibadah puasa.
Puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Tidak ada hari-hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.”
(HR. Bukhari)
Ini menunjukkan betapa istimewanya waktu tersebut. Berbagai amal ibadah seperti shalat, dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga puasa sangat dianjurkan dilakukan pada hari-hari ini.
Jadwal dan Anjuran Puasa
Puasa dapat dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, yang pada tahun 2025 diperkirakan jatuh pada tanggal 28 Mei sampai 5 Juni 2025 (mengikuti kalender hijriyah global, perlu disesuaikan dengan rukyatul hilal setempat).
Puncak dari puasa sunnah ini adalah puasa Hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah (5 Juni 2025).
Puasa pada Hari Arafah memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Ini menunjukkan betapa besar pahala dan pengampunan yang bisa diraih oleh seorang muslim hanya dengan berpuasa satu hari tersebut.
Namun, puasa ini tidak dianjurkan bagi jamaah haji yang sedang berada di Arafah karena mereka memiliki ibadah khusus yang lebih utama.
Landasan Al-Qur’an dan Hadis
Keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah berfirman dalam Surah Al-Fajr ayat 1–2:
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”
Mayoritas ulama tafsir sepakat bahwa “malam yang sepuluh” yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Selain itu, berbagai hadis Rasulullah juga memperkuat betapa istimewanya waktu tersebut untuk memperbanyak amal saleh.
Dengan memahami keutamaan ini, sudah selayaknya bagi setiap muslim untuk memanfaatkan momentum sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sebaik-baiknya.
Salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan adalah dengan berpuasa, terutama pada Hari Arafah.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kita kekuatan dan kesempatan untuk menjalankan puasa dan amal shalih lainnya pada hari-hari mulia ini. Mari kita ajak saudara dan sahabat untuk turut meraih keutamaan tersebut.
Insya Allah bermanfaat. Silakan dibagikan agar menjadi amal jariyah bagi kita semua. (*)
