Merawat dan Memakmurkan Masjid

www.majelistabligh.id -

*) Oleh: Muhammad Nashihudin, MSi
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur

Masjid merupakan tempat khusus untuk ibadah dan central ummat Islam sehingga tidak boleh dikotori oleh kemusyrikan dan jual beli di dalam masjid.

Anak anak harus dijaga agar tidak main-main, lari-lari dan diajak ke masjid untuk pembinaan dengan pendidikan spritual yang terbaik.

Melangkahkan kaki ke masjid diawali langkah pertama diangkat derajatnya dan langkah berikutnya diampuni dosanya.

Salat berjamaah berbondong bondong di masjid untuk meraih dua puluh tujuh derajat. Sekaligus sebagai ajang silaturahmi di antara pengurus dan jamaah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَّاَنَّ الْمَسٰجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللّٰهِ اَحَدًا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah.” (QS. Al-Jinn 72: Ayat 18)

Kesucian serta kebersihan masjid harus dijaga agar para jamaah nyaman , tenang dalam melakukan sholat dan ibadah di dalammya.

Tentu saja infaq shodaqoh terbaik dari para jamaah sangat membantu dalam merawat dan memberikan pelayanan secara maksimal sehingga antara pengurus masjid dan saling melengkapi yaitu makmur dan memakmurkan.

Rasulullah saw bersabda:” Janganlah kalian berkeinginan melakukan rihlah spritual kecuali di tiga masjid yang mulia.

Yaitu masjidil haram, masjid Nabawi dan masjid Al Aqsha.
Adapun manfaat masjid sangat banyak sekali sebagaimana ayat ayat dan hadits berikut ini:

1. Masjid dibangun atas dasar taqwa

وَا لَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مَسْجِدًا ضِرَا رًا وَّكُفْرًا وَّتَفْرِيْقًاۢ بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَاِ رْصَا دًا لِّمَنْ حَا رَبَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ مِنْ قَبْلُ ۗ وَلَيَحْلِفُنَّ اِنْ اَرَدْنَاۤ اِلَّا الْحُسْنٰى ۗ وَا للّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ لَـكٰذِبُوْنَ

“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).”

لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًا  ۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِ ۗ فِيْهِ رِجَا لٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْا  ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ

“Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 107- 108)

2. Masjid tempat suci untuk beribadah pada illahi Rabbi

وَاِ ذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَا بَةً لِّلنَّا سِ وَاَ مْنًا ۗ وَا تَّخِذُوْا مِنْ مَّقَا مِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّى ۗ وَعَهِدْنَاۤ اِلٰۤى اِبْرٰهٖمَ وَاِ سْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّآئِفِيْنَ وَا لْعٰكِفِيْنَ وَا لرُّکَّعِ السُّجُوْدِ

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat sholat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ism’ail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk, dan orang yang sujud!””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 125)

3. Doa nabi Ibrahim AS untuk generasi ahli ibadah

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

“Ya Allah Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلـِوَا لِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَا بُ

“Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” (QS. Ibrahim 14: Ayat 40-41)

Tinggalkan Balasan

Search