Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ، مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ، وَإِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ
“Sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi pembuka kebaikan dan penutup pintu keburukan. Dan sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi pembuka keburukan dan penutup kebaikan. Berbahagialah orang-orang yang Allah jadikan sebagai pembuka kebaikan melalui tangannya. Dan celakalah orang-orang yang Allah jadikan sebagai pembuka keburukan melalui tangannya.”
(HR. Ibnu Majah no. 237, Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah no. 297, Ath-Thayalisi dalam Al-Musnad no. 2082 dan Al-Baihaqi Syu’abul Iman no. 298. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1332)
Para Nabi utusan Allah Azza wa Jalla adalah para pembuka pintu-pintu kebaikan dan juga penutup pintu-pintu keburukan.
Tugas utama Nabi adalah membimbing umat manusia menuju kebaikan dan menghindari keburukan. Mereka membuka pintu-pintu kebaikan dengan ajaran, teladan, dan perjuangan untuk menghentikan keburukan.
Nabi-nabi menyampaikan ajaran Allah agar manusia dapat menjalani kehidupan yang baik dan selamat di dunia dan akhirat.
Nabi Nuh ‘alaihi sallam membuka pintu kebaikan bagi manusia dengan membangun kapal yang besar agar orang-orang yang beriman selamat dari keburukan atau bahaya angin topan dan banjir bandang. Di antara orang-orang yang diselamatkan itu nantinya melahirkan keturunan para Nabi…
Nabi Ibrahim membangun Ka’bah dan membuka pintu kebaikan bagi manusia untuk melaksanakan ibadah haji, umrah, dan berdoa. Beliau juga menghancurkan berhala untuk menutup pintu keburukan yaitu menyekutukan Allah Azza wa Jalla…
Nabi Musa membuka pintu kebaikan bagi manusia dengan menyelamatkan mereka dari penindasan Firaun, dan menutup pintu keburukan yaitu kejahatan Firaun dan bala tentaranya. Nabi Yusuf membuka pintu kebaikan dengan menjadi menteri yang adil…
Demikian halnya Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membukakan untuk manusia banyak pintu kebaikan dan menutup untuk mereka pintu-pintu keburukan. Beliau bersabda,
مَثَلِي وَمَثَلُكُمْ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَوْقَدَ نَارًا فَجَعَلَ الْجَنَادِبُ وَالْفَرَاشُ يَقَعْنَ فِيهَا وَهُوَ يَذُبُّهُنَّ عَنْهَا وَأَنَا آخِذٌ بِحُجَزِكُمْ عَنِ النَّارِ وَأَنْتُمْ تَفَلَّتُونَ مِنْ يَدِي
“Perumpamaan diriku dengan kalian bagaikan seseorang yang menyalakan api, lalu mulailah belalang-belalang dan laron berjatuhan ke dalam api itu, sedangkan orang itu selalu berusaha mengusirnya dari api itu. Dan aku memegang ujung pakaian kalian agar kalian tidak terjerumus ke dalam neraka, namun kalian selalu terlepas dari tanganku.” (HR. Muslim No. 6098)
Demikian halnya para sahabat, tabi’in, dan tabiut tabi’in yang mengikuti para Nabi, tidak ada kebaikan dalam Islam melainkan akan mereka tunjukkan kepada kita, dan tidaklah ada keburukan kecuali pasti akan mereka tutup pintunya untuk kita. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berakata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ وَإِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ
“Sesungguhnya sebagian manusia menjadi kunci kebaikan dan penutup keburukan, maka beruntunglah bagi siapa saja yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan berada di kedua tangannya, dan celakalah bagi siapa saja yang Allah jadikan kunci-kunci keburukan berada di kedua tangannya.” (HR. Ibnu Majah no. 237)
Mengenali kunci-kunci pintu kebaikan merupakan perkara yang wajib, bukan sunnah. Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan, Allah Azza wa Jalla menjadikan kunci-kunci daripada setiap kebaikan yang dicari. Seperti, shalat kuncinya adalah bersuci, berhaji kuncinya adalah ihram, kebaikan kuncinya adalah jujur, Surga kuncinya adalah tauhid, ilmu kuncinya adalah bertanya dengan baik.
Kemenangan kuncinya adalah sabar, tambahnya nikmat kuncinya adalah syukur, menjadi wali Allah Azza wa Jalla kuncinya adalah memiliki mahabbah, keberuntungan kuncinya adalah takwa, doa mustajab kuncinya adalah doa yang khusyuk, kecintaan terhadap kampung akhirat kuncinya adalah zuhud terhadap dunia.
Hidupnya hati kuncinya adalah mentadaburi al-Quran, rezeki kuncinya adalah berusaha disertai memperbanyak istighfar, kemuliaan hidup kuncinya adalah taat kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, mempersiapkan diri menghadapi akhirat kuncinya adalah meninggalkan angan-angan.
Demikian pula Allah Azza wa Jalla telah menjadikan segala macam keburukan memiliki kuncinya.
Seperti, segala dosa kuncinya adalah khamr, zina kuncinya adalah kekayaan, kekufuran kuncinya adalah maksiat, kemunafikan kuncinya adalah dusta, kebakhilan kuncinya adalah kekikiran, kebid’ahan dan kesesatan kuncinya adalah menolak sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Maka marilah kita semua menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Dan seutama-utamanya kebaikan adalah tauhid. Allah Azza wa Jalla berfirman,
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِه وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاءُ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa karena mempersekutukan-Nya, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa: 48)
Allah Azza wa Jalla berfirman,
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)
Kegiatan amar ma’ruf nahi munkar termasuk amalan pembuka pintu kebaikan. Terlaksananya kegiatan amar ma’ruf tentu akan membuka banyak sekali pintu kebaikan.
Dan terlaksananya kegiatan nahi munkar, akan menutup banyak sekali pintu-pintu keburukan. (*)
