Tawadhu adalah sikap rendah hati yang muncul dari kesadaran bahwa kita hanyalah manusia biasa, meskipun mungkin kita memiliki banyak kelebihan, kemampuan, atau kedudukan.
Sifat ini mengajarkan kita untuk tidak merasa lebih tinggi dari orang lain dan untuk selalu menyadari bahwa semua kelebihan hanyalah titipan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dengan memiliki sifat tawadhu, seseorang akan senantiasa merendahkan hati di hadapan Allah, tidak berbuat semena-mena kepada sesama, serta tidak memandang remeh siapa pun.
Tawadhu membuat hati kita lembut dan menjauhkan dari kesombongan, yang merupakan salah satu penyakit hati paling berbahaya.
Ciri-Ciri Orang yang Bertawadhu:
-
Tidak haus popularitas atau ketenaran.
Ia tidak merasa perlu dikenal banyak orang atau dipuji-puji, karena cukup baginya jika Allah meridhai amalnya. -
Mau bergaul dengan orang miskin dan kaum lemah, serta mencintai mereka dengan tulus.
Ia tidak membatasi pergaulan hanya dengan orang-orang kaya atau terpandang, melainkan bersikap terbuka kepada siapa saja tanpa pandang status sosial. -
Menjunjung tinggi kebenaran dan siap membantu orang lain.
Ia menerima kebenaran walaupun datang dari orang yang lebih muda atau tidak dikenal, dan senantiasa ringan tangan dalam membantu sesama.
Keutamaan Orang yang Bertawadhu:
-
Diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah memuliakan mereka yang merendahkan hati karena-Nya. -
Terhindar dari sifat aniaya dan kezaliman.
Orang yang rendah hati cenderung bersikap adil dan tidak semena-mena dalam memperlakukan orang lain. -
Menjauhkan diri dari sifat sombong.
Tawadhu adalah penawar dari kesombongan, yang merupakan akar dari banyak dosa dan kehancuran moral.
Sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu karena Allah, melainkan Allah akan meninggikannya (derajatnya).”
(HR. Muslim)
Marilah kita senantiasa berusaha menanamkan dan menjaga sifat tawadhu dalam hati dan perilaku kita. Sebab dengan sifat inilah, kita akan lebih mudah mencintai dan dicintai oleh sesama, serta mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bertawadhu, dijauhkan dari sifat sombong, dan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam hidup oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.
Barakallahu fiikum. (*)
