“Mesin” Persyarikatan Tidak Pernah Berhenti Bergerak

Bidang pertanian menjadi salah satu binaan Muhammadiyah. (ai generate)
www.majelistabligh.id -

Muhammadiyah hadir sejak tahun 1912 M atau 1330 H hingga saat ini menjadi role model gerakan pemberdayaan umat, sekaligus aktor yang membantu memajukan elemen bangsa. Organisasi ini  tidak pernah berhenti bergerak. Selalu ada gebrakan dalam setiap gerakan dakwah di dalam negeri dan di luar negeri.

Pesan itu disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, dalam kunjungan dan sarasehan yang digelar oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dengan MPM Pekalongan, Sabtu (7/2/2026).

Di hadapan peserta sarasehan, Sayuti menambahkan bahwa Muhammadiyah sejak 117 tahun lalu (dalam hitungan hijriyah) tidak sebatas bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial sebagaimana diketahui masyarakat umum, tetapi juga bergerak dan memberdayakan kelompok petani.

“Jadi itu juga tantangan kita, bagaimana petani kita bisa maju. Itu bukan hanya problem MPM tapi problem bangsa ini. Petani kita belum bisa kompetitif dalam produksi pertanian,” ungkap M. Sayuti.

Persyarikatan Muhammadiyah saat ini memiliki lebih dari 5.500 sekolah, 164 perguruan tinggi, 128 rumah sakit, dan masjid yang sampai tak terhitung jumlahnya. Muhammadiyah juga memiliki lembaga pendidikan di luar negeri.

Sayuti juga mengapresiasi derap pemberdayaan yang dilakukan MPM kepada warga Muhammadiyah di akar rumput. Setiap gerak pemberdayaan yang dilakukan MPM, sebagai bukti bahwa Muhammadiyah tidak pernah cuti melayani.

Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menyampaikan, MPM Pusat saat ini sedang membuka peluang kerja sama dengan eksternal, termasuk dengan Kementerian Pertanian. Kerja sama ini diharapkan akan mendongkrak potensi lokal sehingga menjadi produk unggulan dan berdaya saing. persaingan di pasar dagang untuk makanan pokok juga tidak main-main.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini digunakan oleh MPM PP Muhammadiyah untuk lebih banyak mendengar masukan dari MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekalongan.

Ketua MPM PDM Kabupaten Pekalongan, Islah Milono menyampaikan bahwa saat ini terdapat beberapa komoditas yang digarap oleh MPM PDM Kabupaten Pekalongan dengan komoditas utama beras. Komoditas lain yang akan dikembangkan di Kabupaten Pekalongan antara lain kopi dan jagung. Saat masa penen padi, MPM PDM Kabupaten Pekalongan masih mengalami kesulitan dalam penyerapan produk pertanian.

Terlebih untuk produk pertanian seperti beras, membutuhkan dana yang tidak sedikit, karena untuk menyerap hasil produksi padi dari petani binaan mengalami kesulitan. Ganjalan yang paling besar menurutnya adalah biaya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search