Meski Dirawat, Jemaah Haji di KKHI Madinah Tetap Diberangkatkan Menuju Makkah

www.majelistabligh.id -

Sejumlah calon jemaah haji lansia asal Indonesia yang tengah menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah tetap mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, termasuk berihram dan diberangkatkan menuju Makkah.

Menurut Konsultan Ibadah Haji Kementerian Agama, Prof. Aswadi Syuhada, prosedur khusus telah disiapkan demi memastikan jemaah tetap dapat melaksanakan ibadah secara aman dan layak.

“Kalau jemaah sudah fit dan bisa bergabung dengan kloternya, tetap kami dorong sesuai kloter. Tapi jika belum memungkinkan, akan ada tim medis yang mengantar secara terpisah sesuai SOP,” ujar Prof. Aswadi saat ditemui di KKHI Madinah, Selasa (13/5).

Setiap jemaah yang menjalani perawatan di KKHI akan mendapatkan pemeriksaan kondisi fisik terkini. Bagi yang belum memungkinkan untuk ikut kloter, akan diberikan pendampingan medis, termasuk rujukan resmi dan pengantar medis.

“Pasien yang dirujuk akan tetap dipantau. Rekam medis akan dibawa dan disampaikan ke tenaga kesehatan di Makkah agar perawatan tetap berkesinambungan,” jelas Prof. Aswadi.

KKHI juga menyiapkan fasilitas evakuasi untuk pasien dengan penyakit kronis berat, sehingga jemaah tetap dapat menjalankan ibadah sesuai kemampuan fisiknya.

Berdasarkan data KKHI, mayoritas jemaah yang dirawat adalah lansia dengan keluhan seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, hingga dehidrasi akibat cuaca ekstrem. Beberapa juga mengalami disorientasi mental ringan seperti linglung atau demensia, yang dipicu kelelahan dan perubahan lingkungan.

“Untuk gangguan mental ringan, biasanya akibat kelelahan dan dehidrasi. Kami tangani dengan pendekatan medis dan empati,” tambah Prof. Aswadi.

Sebagai bagian dari langkah preventif, tim medis KKHI juga melakukan visitasi ke hotel-hotel tempat jemaah menginap. Tujuannya untuk mendeteksi jemaah berisiko tinggi sebelum kondisi memburuk.

Fasilitas pendukung yang tersedia di KKHI Madinah mencakup ruang perawatan intensif, ruang jiwa, hingga layanan farmasi terpadu.

Proses pemberangkatan jemaah dari Madinah ke Makkah telah memasuki hari keempat sejak Sabtu (10/5). Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga Senin (12/5) pukul 11.00 WAS, sebanyak 16.382 jemaah dari 42 kloter telah diberangkatkan ke Makkah. Dari jumlah itu, sebanyak 18.341 merupakan jemaah lansia.

Sementara itu, hingga hari yang sama, tercatat 10 jemaah haji Indonesia wafat di Madinah. Penyebab utamanya adalah penyakit penyerta seperti gangguan jantung, infeksi saluran napas, dan komplikasi diabetes.

Prof. Aswadi mengimbau jemaah, khususnya yang lanjut usia, agar selalu menjaga stamina. Ia menekankan pentingnya menjaga hidrasi, menghindari aktivitas fisik berat, dan segera melapor ke petugas kesehatan bila merasa tidak enak badan.

“Ini bukan hanya soal medis, tapi soal kemanusiaan. Pelayanan harus ramah dan solutif, agar jemaah bisa beribadah dengan nyaman dan aman,” pungkasnya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search