Militer Israel Serang Jemaah di Masjid Al-Aqsa, Salat Id Ditiadakan!  

Detik-detik ketika warga Palestina dihadang dan diserang oleh pasukan penjajah Zionis Israel. (warfa)
www.majelistabligh.id -

Perayaan Idulfitri di Kota Al-Quds (Yerusalem), Palestina, berubah menjadi duka mendalam. Untuk pertama kalinya sejak 1967, umat Islam tidak dapat melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriyah di Masjid Al-Aqsa, akibat pembatasan ketat yang diberlakukan militer Zionis Israel.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun medsos Warfare Analysis, Jumat (20/3/2026), terlihat detik-detik ketika warga Palestina berusaha mendekati kompleks Masjid Al-Aqsa, namun dihadang dan diserang oleh pasukan penjajah Zionis Israel.

“Warga Palestina diserang oleh pasukan pendudukan Israel saat Hari Raya Idulfitri, ketika mereka berupaya menunaikan salat di depan pintu Masjid Al-Aqsa, yang untuk pertama kalinya dalam 60 tahun ditutup bagi mereka,” tulis akun medi sosial Warfare Analysis.

Dilarang Salat Ied di Al-Aqsa

Rezim penjajah Zionis Israel secara resmi melarang pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa dengan dalih pembatasan keamanan di tengah konflik yang tengah berlangsung, termasuk ketegangan regional terkait Iran.

Akibatnya, warga Palestina menyerukan kepada umat Muslim untuk tetap berkumpul di sekitar Kota Tua Yerusalem dan melaksanakan salat sedekat mungkin dengan Al-Aqsa sebagai simbol perlawanan dan keteguhan iman.

Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Aparat kepolisian Zionis Israel dilaporkan menggunakan berbagai cara represif untuk membubarkan kerumunan, termasuk pentungan, granat kejut, dan gas air mata terhadap jemaah yang mencoba beribadah di luar tembok Kota Tua sebagai bentuk protes atas pembatasan tersebut.

Kota Al-Quds atau Yerusalem Timur yang diduduki justru memasuki Idulfitri dalam suasana muram. Kota yang biasanya ramai oleh warga Palestina menjelang hari raya berubah drastis menjadi sepi, bahkan disebut menyerupai “kota hantu”.

Pembatasan tidak hanya menyasar aktivitas ibadah, tetapi juga kehidupan ekonomi warga. Rezim penjajah Zionis Israel memberlakukan larangan berkumpul serta membatasi aktivitas perdagangan. Toko-toko milik warga Palestina dipaksa tutup, kecuali apotek dan toko bahan makanan pokok. Sejumlah pedagang Palestina mengatakan kepada media bahwa kebijakan tersebut telah membuat mereka mengalami tekanan ekonomi yang berat. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search