Delegasi Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mulai diberangkatkan untuk mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 yang bertujuan menembus blokade Gaza, Palestina. Mereka terbang ke Barcelona, Spanyol, dilanjutkan naik kapal menuju Gaza.
Sejumlah relawan dan tokoh publik ikut dalam rombongan tersebut. Setelah Wanda Hamidah berangkat lebih dahulu pada Senin (6/4/2026), keberangkatan dilanjutkan oleh influencer Marsha Chikita Fawzi, Ketua GPCI 2.0 Maimon Herawati, aktor Adhin Abdul Hakim, serta sejumlah relawan lain.
Maimon Herawati mengatakan, persiapan misi tahun ini dilakukan lebih matang dibandingkan sebelumnya, termasuk dalam proses pengadaan kapal dan koordinasi internasional.
“Kalau persiapan secara GSF internasional, dua bulan sebelumnya sudah mulai dipersiapkan. Kalau sebelumnya kurang dari satu bulan untuk mencari kapal, sekarang kami sudah melakukan seleksi dan pembayaran sejak awal,” ujar Maimon.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas persiapan diharapkan dapat mendukung kelancaran misi yang telah dirancang sejak Januari 2026 lalu.
Rombongan telah menuju Barcelona, Spanyol, yang menjadi salah satu titik kumpul sebelum pelayaran dimulai. Para peserta juga akan mengikuti pertemuan internasional pada 10 April 2026, sebelum peluncuran kapal yang direncanakan berlangsung pada 12 April 2026.
“Kalau hari ini ke Barcelona. Insya Allah akan ada pertemuan para influencer dunia tanggal 10 April 2026 menuju launching kapal dari Barcelona tanggal 12 April 2026,” kata Maimon.
Sementara itu, Chiki Fawzi meminta dukungan doa dari masyarakat Indonesia agar misi kemanusiaan tersebut berjalan lancar dan aman. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan mereka bertujuan untuk meningkatkan perhatian global terhadap kondisi warga Gaza.
“Mohon doanya. Ini bukan tentang kami, tapi tentang mereka yang ada di Gaza. Semua yang kami lakukan adalah untuk menjaga perhatian dunia terhadap Gaza,” ujar Chiki.
Hal senada disampaikan Adhin Abdul Hakim yang menilai misi tersebut sebagai gerakan kemanusiaan lintas negara, bukan semata isu keagamaan. “Ini bukan sekadar agama, tapi kemanusiaan. Kami berharap masyarakat Indonesia ikut menyuarakan agar dunia mendengar,” kata Adhin.
Misi Global Sumud Flotilla merupakan bagian dari upaya solidaritas internasional untuk membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza, yang hingga kini masih menghadapi pembatasan ketat. Delegasi Indonesia diharapkan dapat berkontribusi dalam menguatkan suara global terkait isu kemanusiaan di wilayah tersebut. (*/tim)
