Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur resmi meluncurkan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) Batch I di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (12/2/2025).
Program ini bertujuan untuk mencetak kader pemberdayaan masyarakat yang profesional dan berdaya guna.
Ketua MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat di bawah naungan Muhammadiyah.
“SEKAM ini merupakan kelanjutan dari program nasional yang telah kami selenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kehadiran SEKAM di Jawa Timur menjadi langkah konkret dalam mencetak kader-kader pemberdayaan yang siap berkontribusi di tengah masyarakat,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho, menambahkan bahwa SEKAM dirancang dengan kurikulum yang berbasis pada kebutuhan nyata di lapangan.
“Kegiatan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung yang dapat diaplikasikan di masyarakat. Kami ingin para kader benar-benar siap untuk menghadapi tantangan di bidang pemberdayaan,” katanya.
Antusiasme Peserta dan Materi Pelatihan
SEKAM Batch I ini diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari berbagai perwakilan MPM PDM kabupaten/kota se-Jawa Timur serta kader organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA).
Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan MPM PWM Jatim, Lutfi J. Kurniawan, menjelaskan bahwa program ini akan berlanjut dengan tema dan isu yang selalu relevan.
“Kami merancang SEKAM ini sebagai program berkelanjutan. Setiap batch akan membawa isu-isu aktual yang dapat menjadi solusi bagi problem sosial di masyarakat,” paparnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dari para narasumber, di antaranya:
- Manhaj Pemberdayaan Masyarakat dan Human Security – Lutfi J. Kurniawan
- Filosofi, Metode, dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat – Nazaruddin Malik
- Implementasi SDGs dalam Pemberdayaan Masyarakat – Zakiyah Yasin
- Teknik Membuat Program Pemberdayaan – Budi Nugroho
- Teknik Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat – Abdus Salam
- Teknik Pengorganisasian Masyarakat – Iffan Gallant
- Teknik Pemetaan Sosial dan Audit Sosial – Hutri Agustino
- Teknik Kewirausahaan Sosial – M. Abduh
- Teknik Komunikasi Sosial – Zen Amiruddi
Salah satu peserta, Rizki Ananda, dari MPM PDM Sidoarjo, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pelatihan ini.
“Materinya sangat aplikatif, terutama dalam hal teknik fasilitasi dan pemetaan sosial. Kami jadi lebih paham bagaimana merancang program pemberdayaan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya SEKAM Batch I, MPM PWM Jatim berharap program ini dapat mencetak kader pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya memiliki pemahaman konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikan strategi pemberdayaan di berbagai sektor.
“Kami ingin Muhammadiyah terus menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berkemajuan. SEKAM adalah bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan hal tersebut,” tutup Lutfi.
Dengan respons positif dari peserta dan dukungan penuh dari Muhammadiyah, SEKAM Batch I ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya kader-kader pemberdayaan masyarakat yang kompeten dan siap terjun langsung ke masyarakat. (as/tim)
Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News
