Muhammadiyah dan Al-Quds University Jalin Kerja Sama untuk Perdamaian Global

Muhammadiyah dan Al-Quds University Pelestina usai penandatanganan MoU. (ist)
www.majelistabligh.id -

Muhammadiyah dan Al-Quds University Pelestina, merintis kerjasama khususnya di bidang pendidikan tinggi, riset kolaboratif, serta penguatan peran kemanusiaan untuk Palestina. Hal ini bagian dari komitmen jangka panjang Muhammadiyah mengadvokasi isu kemanusiaan dan perdamaian global, khususnya bagi rakyat Palestina.

“Pertemuan ini untuk membahas berbagai peluang strategis kerja lebih intens lagi,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq Mughni, saat menerima kunjungan President Al-Quds University, Imad Abu Kishek, di Gedung Ahmad Dahlan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Senin (12/1/2026).

Ia menambahkan, kerja sama lintas institusi pendidikan tidak hanya penting bagi peningkatan kualitas akademik, tetapi juga menjadi medium strategis untuk membangun kesadaran global, keadilan, dan perdamaian dunia.

“Muhammadiyah telah menjalankan berbagai proyek kemanusiaan untuk rakyat Palestina. Kami meyakini bahwa Muhammadiyah dan Al-Quds University dapat saling mendukung dan menguatkan dalam berbagai bentuk kerja sama di masa depan,” ujar Syafiq.

Sementara itu, President Al-Quds University, Imad Abu Kishek, menyampaikan apresiasi mendalam atas peran aktif Muhammadiyah dalam memperjuangkan perdamaian dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Menurutnya, Jerusalem yang merupakan lokasi berdirinya Al-Quds University, memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat besar bagi dunia Islam, sehingga membutuhkan perhatian dan solidaritas berkelanjutan dari masyarakat internasional.

“Jerusalem sangat membutuhkan perhatian kita. Kami telah lama berada dalam situasi yang gelap, namun kita harus terus menyalakan lilin harapan bagi saudara-saudara kita sesama muslim,” tutur Imad, yang juga Guru Besar bidang Public Policy.

Ia menekankan bahwa kerja sama di bidang pendidikan, seperti pertukaran pelajar, kolaborasi riset dan publikasi ilmiah, serta forum diskusi publik, diyakini mampu menjadi jembatan dan ruang strategis untuk membangun solidaritas, dan hubungan internasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Inilah alasan kami memandang penting untuk menjalin hubungan dengan universitas-universitas Muhammadiyah dan hari ini kami akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memulai perjalanan lebih jauh dengan Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai tindak lanjut, Muhammadiyah dan Al-Quds University tengah merancang sejumlah agenda strategis, di antaranya pendirian Museum Palestina di Jakarta hingga pendirian Muhammadiyah Office di lingkungan Al-Quds University. Inisiatif ini diharapkan menjadi simbol nyata komitmen bersama dalam memperkuat diplomasi pendidikan, sosial budaya, hingga kemanusiaan global.

Melalui kerja sama ini, Muhammadiyah menegaskan posisinya sebagai gerakan Islam berkemajuan yang tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga aktif berkontribusi dalam mendorong perdamaian dunia melalui jalur pendidikan dan kemanusiaan global, khususnya bagi Palestina. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search