Dalam rangka memperkuat jejaring pendidikan dan dakwah lintas negara, Direktur Muhammadiyah Institute of Philippines, Basir Jarah Anilon, mengunjungi empat lembaga pendidikan Muhammadiyah yang berada di Yogyakarta, pada Ahad (6/7/2025).
Keempat lembaga tersebut yakni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM), Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, serta Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta.
Kunjungan ini merupakan langkah strategis dalam membangun kemitraan pendidikan serta memperluas peran dan pengaruh gerakan Muhammadiyah di Filipina, negara yang dikenal dengan sebutan “Lumbung Padi.”
“Sambutan yang hangat dari saudara-saudara di sini memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mengembangkan Muhammadiyah di Filipina,” tutur Basir.
Ia juga menyampaikan rasa takjubnya terhadap semangat kemandirian yang ditunjukkan oleh MBS Yogyakarta. Konsep pembangunan yang berawal dari “0 Rupiah, 0 Meter”—tanpa modal dan tanpa lahan—menjadi inspirasi besar bagi pengembangan institusi pendidikan berbasis dakwah di negaranya.
“Banyak pelajar di Filipina yang memiliki minat kuat untuk belajar di Indonesia dan mengenal Muhammadiyah lebih dalam. Kami berharap ke depan ada program beasiswa yang dapat menjembatani keinginan tersebut,” ujarnya penuh harap. (bhisma)
