Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Kemanusiaan dengan STACO Libya

Delegasi STACO diterima langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni. (ist)
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan delegasi STACO (Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation) asal Libya pada Rabu (8/4/2026). Kunjungan ini dalam rangka penjajakan kerja sama strategis di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Delegasi STACO diterima langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni. Dalam pertemuan tersebut, STACO memperkenalkan profil organisasinya yang didirikan pada 2011 dan telah memiliki jaringan internasional di berbagai negara, seperti Inggris, Brasil, Kenya, Sudan, Amerika Serikat, Mesir, Gaza, dan Turkiye.

STACO dikenal aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari pendidikan, bantuan kemanusiaan, hingga penguatan resiliensi di wilayah terdampak bencana dan konflik, serta layanan kesehatan.

Delegasi STACO menyampaikan apresiasi atas kiprah Muhammadiyah, khususnya dalam bidang sosial dan pengembangan pendidikan. Mereka menilai Muhammadiyah sebagai mitra strategis yang tepat untuk pengembangan proyek-proyek pendidikan di tingkat global.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pembangunan Kampus Shaikh Tahir Azzawy di Libya berupa gedung lima lantai. Proyek ini dirancang untuk dikerjakan secara kolaboratif bersama Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), yang sebelumnya telah dikunjungi oleh delegasi STACO.

Selain itu, STACO juga berencana mendirikan lembaga pengajaran bahasa Arab bagi penutur asing di Jakarta. Program ini dilatarbelakangi oleh kontribusi besar Shaikh Tahir Azzawy dalam dunia keilmuan, termasuk penulisan berbagai kitab berbahasa Arab serta penyusunan kamus bahasa Arab. STACO juga aktif menyelenggarakan program khusus bagi mahasiswa Indonesia di Libya.

Dalam bidang kemanusiaan, STACO berperan membantu pengungsi Sudan di Libya serta memberikan dukungan kepada masyarakat di Gaza. Organisasi ini juga mengembangkan berbagai proyek wakaf sebagai bagian dari penguatan kegiatan sosial dan pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya kolaborasi, mengingat banyaknya pelajar Muhammadiyah yang menempuh pendidikan di Libya. STACO berharap dapat belajar dari model pengembangan Muhammadiyah yang telah melahirkan banyak tokoh di posisi strategis di Indonesia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search