Muhammadiyah Jatim: Semua Indikator Kegiatan Internal Harus Terukur!

Prof. Dr. Biyanto, M.Ag. Sekretaris PWM Jatim
www.majelistabligh.id -

Semua kegiatan yang dilakukan oleh Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) di bawah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim harus terukur dan memenuhi Key Performance Indikator (KPI). Karena itu, semua UPP harus melakukan input data kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga anggaran.

“Jadi pada dasarnya dana akan mengikuti kegiatan. Kita sudah siapkan aplikasinya, yang bisa diakses oleh UPP masing-masing. Sehingga kita bisa melakukan evaluasi secara terukur apakah kegiatan berlangsung dengan baik atau belum,” kata Prof. Dr. Biyanto, M.Ag. Sekretaris PWM Jatim, saat membuka Rapat Koordinasi Prnyusunan Program dan Anggaran Kegiatan Tahun 2026, di Hall KH Mas Mansyur, Kantor PWM Jatim, Sabtu (03/12/2026).

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan personil dari UPP. Sebab perencanaan hingga pengajuan anggaran biasanya berjalan lancar, tetapi pada saat laporan hasil kegiatan dan penggunaan anggaran sering terlambat.

Data mulai dari perencanaan, anggaran, hingga target kegiatan, harus diinput melalui aplikasi elektronik kinerja atau E-kinerja. Bagi PWM, dengan aplikasi ini akan diketahui kebutuhan anggaran masing-masing kegiatan dan target pelaksanaannya.

Sementara itu, Mochammad Asnan Mustakim, dari Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID), yang merancang aplikasi E-Kinerja PWM Jatim, mengatakan bahwa aplikasi ini dirancang sedemikian rupa, untuk memudahkan UPP di bawah PWM. Sebab dengan aplikasi ini bisa dilihat seberapa bagus perencanaan, rancangan anggaran, hingga mengukur keberhasilan berdasarkan KPI.

“Aplikasi ini pada dasarnya adalah membuat sistem kinerja, yang juga terhubung dengan sistem keuangan. Jadi setiap kegiatan akan bisa dipantau mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pascapelaksanaan,” jelas Asnan.

Apresiasi Media Internal

Sementara itu, PWM Jatim mengapresiasi media internal yang ada di lingkungan PWM. Sebab keberadaan media internal mampu memberikan informasi pada masyarakat tentang apa dan bagaimana Muhammadiyah beramal kegiatan. Karena itu, PWM berharap agar media terus dikembangkan ke arah yang lebih baik.

Semua UPP harus memanfaatkan media internal sebaik-baiknya untuk menyebarluaskan semua kegiatan pada masyarakat. Komitmen PWM Jatim adalah meningkatkan anggaran UPP yang memiliki media, diantaranya adalah media majelistabpigh.id.

“Karena itu kita memberikan apresiasi pada media internal, dengan meningkatkan anggaran agar lebih berkembang,” kata Bendahara PWM Jatim, drh Zainul Muslimin. Dengan adanya media, lanjut Zainul, bisa melakukan gerakan dakwah Muhammadiyah di era digital. (chusnun)

 

Tinggalkan Balasan

Search