Muhammadiyah Mulai Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

Ketua PP Muhammadiyah, dr.Agus Taufiqurrahman, dalam lokakarya rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Sumatra. (ist)
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Pos Koordinasi Nasional (Poskornas) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), menyelenggarakan Lokakarya Integrasi Rencana Aksi Kolaboratif Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom (MLO) Muhammadiyah untuk memperkuat Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) pascatanggap darurat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) itu, bertujuan menyusun kerangka kerja bersama yang terkoordinasi melalui penyelarasan perencanaan, pemetaan kebutuhan lapangan, serta penguatan kolaborasi antarunsur Muhammadiyah berbasis analisis kebutuhan dan prinsip pengurangan risiko bencana.

Ketua PP Muhammadiyah, dr.Agus Taufiqurrahman, mengatakan bahwa Muhammadiyah menekankan pentingnya sinergi lintas majelis dan lembaga agar agenda pemulihan berjalan terukur dan berkelanjutan.

Forum ini menegaskan pentingnya perencanaan berbasis data, keberlanjutan program, serta pelibatan aktif masyarakat terdampak agar proses pemulihan berjalan tepat sasaran dan berdaya guna.

“Kerja-kerja rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan orkestrasi yang rapi. Seluruh unsur Muhammadiyah harus bergerak dalam satu barisan agar dampaknya optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pengarah Poskornas sekaligus Ketua MDMC, Budi Setiawan, menambahkan bahwa lokakarya ini menjadi ruang bersama untuk memahami kebutuhan spesifik di daerah terdampak sekaligus merumuskan langkah konkret yang terintegrasi.

“Dialog ini penting untuk menyamakan perspektif, memperjelas pembagian peran, serta memastikan setiap program menjawab kebutuhan riil masyarakat,” jelasnya, seraya mengapresiasi dukungan fasilitas dari UMSU sebagai tuan rumah.

Lokakarya ini menandai pergeseran dari fase tanggap darurat menuju fase pemulihan jangka panjang (recovery phase) dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat sebagai subjek pemulihan. Konsolidasi MLO bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) di tiga provinsi difokuskan pada pemulihan sektor pendidikan, layanan kesehatan, hunian warga, WASH (water, sanitation, and hygiene), pemberdayaan ekonomi, dukungan psikososial, serta penguatan organisasi dan relawan lokal.

Selain itu, kegiatan ini menghasilkan komitmen peningkatan kapasitas relawan dan pengelola program, kejelasan alur koordinasi serta pembagian peran antarunsur, sekaligus mendorong sinergi dengan pemerintah dan mitra strategis. Program RR tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Koordinasi satu pintu melalui MDMC dengan prinsip one Muhammadiyah one response serta penggalangan dana terpadu melalui Lazismu menjadi strategi untuk memastikan keberlanjutan program.

Muhammadiyah akan terus mengawal program rehabilitasi dan rekonstruksi melalui monitoring dan evaluasi berkelanjutan, agar proses pemulihan berjalan cepat, tepat, dan mampu membangun kembali kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search