Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima bantuan wakaf sebanyak 2.000 mushaf Al-Qur’an dari Lajnah Khairiyah Musytarakah, sebuah lembaga filantropi asal Timur Tengah.
Penyerahan secara simbolis dilakukan pada Jumat (9/5/2025) dan diterima langsung oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, Dr. M. Izzul Muslimin.
Penyerahan wakaf ini menandai eratnya kerja sama dan sinergi antara lembaga filantropi internasional dengan organisasi keislaman nasional dalam memperkuat dakwah dan literasi Al-Qur’an di Indonesia. Acara berlangsung hangat dan penuh semangat ukhuwah Islamiyah.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Lajnah Khairiyah Musytarakah, Achmad Zawawi bin Nawawi, menyampaikan keyakinannya terhadap kapasitas Muhammadiyah dalam mengelola amanah wakaf tersebut.
“Kami percaya, tidak ada organisasi lain yang lebih tepat menerima mushaf Al-Qur’an ini selain Muhammadiyah. Dengan jaringan luas dan komitmennya terhadap dakwah, Muhammadiyah mampu memastikan mushaf-mushaf ini sampai ke tangan umat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian umat Islam di Timur Tengah, khususnya Kuwait, terhadap keberlangsungan syiar Islam di kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, M. Izzul Muslimin, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Kuwait melalui lembaga tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas amanah yang sangat berharga ini. Insya Allah, mushaf Al-Qur’an ini akan kami kelola dan distribusikan dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan umat,” ungkap Izzul.
Menurutnya, wakaf ini berasal dari masyarakat Kuwait melalui Komite Asia Tenggara Jam’iyah Ihtiyath Tasquroh Islami Kuwait dan disalurkan oleh Lajnah Khairiyah Musytarakah sebagai perpanjangan tangan para wakif.
Lebih lanjut, Izzul menyampaikan bahwa PP Muhammadiyah akan menyalurkan mushaf tersebut ke berbagai daerah di Indonesia, terutama wilayah-wilayah yang masih mengalami kekurangan Al-Qur’an. Distribusi akan melibatkan jaringan Muhammadiyah hingga tingkat cabang dan ranting.
“Kami prioritaskan daerah-daerah yang masih terbatas akses terhadap mushaf Al-Qur’an. Termasuk pesantren-pesantren, sekolah Islam, dan komunitas-komunitas Muslim di wilayah terpencil,” tambahnya.
Secara khusus, ia menekankan pentingnya distribusi ke wilayah timur Indonesia, seperti Papua.
“Kami ingin mushaf ini juga sampai ke Universitas Muhammadiyah di Papua. Ini penting sebagai bagian dari penguatan dakwah dan pembinaan keislaman di wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih,” tegasnya.
Bantuan wakaf ini bukan hanya berfungsi sebagai distribusi kitab suci, namun juga merupakan simbol sinergi lintas negara dalam memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dan dakwah Islam.
“Ini bukan sekadar pembagian mushaf, tetapi bagian dari membangun peradaban Qur’ani di tengah masyarakat. Kami berharap, kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut dan meluas,” tutup Izzul Muslimin. (*/wh)
