Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni, menyangkal kesan bahwa Muhammadiyah anti terhadap kesenian atau kebudayaan. Sebab kesenian itu sudah inheren dengan kehidupan masyarakat Muslim. Karena itu Muhammadiyah terus berjuang untuk memperhatikan gerakan kebudayaan ini.
“Kami berharap Lembaga Seni Budaya (LSB) PP Muhammadiyah memberikan peran untuk membangun citra kebudayaan yang sesungguhnya dari Muhammadiyah. Ada statement bahwa Muhammadiyah anti kebudayaan, Itu tidak betul. Dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), kesenian mendapat tempat yang sangat luas di Muhammadiyah,” kata Syafiq Mughni, dalam sambutannya pada acara “Serah Terima Sarana dan Prasarana Kebudayaan Ekspresi Seniman Jalanan” dari Kementerian Kebudayaan RI, yang digelar oleh LSB PP Muhammadiyah di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Ia menambahkan, sejatinya LSB PP Muhammadiyah memiliki peran strategis untuk menampilkan wajah kebudayaan Muhammadiyah yang sesungguhnya. Muhammadiyah, lanjut Syafiq Mughni, menjadi tenda besar bagi semua, termasuk para seniman jalanan.
Ia mengapresiasi LSB PP Muhammadiyah, karena keberadaan Muhammadiyah turut dirasakan langsung oleh para seniman yang selama ini kurang mendapat perhatian dari banyak pihak. “Mari jadikan Muhammadiyah sebagai tenda besar. Wadah dan tempat kita berkreasi, membuat inovasi. Itu semua merupakan ciri-ciri masyarakat yang mempunyai kemauan untuk maju ke depan,” tutur Syafiq.
Dalam acara tersebut, terdapat sejumlah komunitas yang menerima berbagai alat untuk menunjang ragam macam aktivitas kebudayaan. Di antara komunitas Derik, Dimensi, Matahari Street Punk, dan Matahari Semesta Bunda, yang merupakan seniman dari kelompok disabilitas.
Wakil Ketua LSB PP Muhammadiyah, Edi Sukardi, menyebutkan bahwa mengembangkan potensi para seniman, lebih-lebih yang terpinggirkan menjadi penting. Hal ini akan mendorong mereka untuk terus mengasah kreativitas. Yang tak kalah penting dari itu adalah nilai-nilai yang diekspresikan lewat seni sarat akan pesan moral kebangsaan.
“Seniman bisa hidup dengan kreativitas. Mengutip Mukti Ali, dengan seni hidup menjadi indah. Dengan seni kita bisa berekspresi, serta menyampaikan pesan-pesan moral dan kebangsaan kepada khalayak ramai bahkan dunia,” kata Edi. (*/tim)
