Bulan Muharram tak sekadar penanda tahun baru Hijriah. Ia adalah bulan suci yang sarat keutamaan, menjadi momen penting dalam sejarah para nabi, sekaligus ladang pahala berlipat bagi umat Islam.
Dari puasa Asyura hingga larangan berbuat dosa, Muharram mengajak setiap Muslim untuk bermuhasabah dan memperbanyak amal saleh.
Bulan Muharram 2025 jatuh pada 27 Juni 2025. Ketua Pusat Studi Dakwah dan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Mujazin, S.Pd., MA menjelaskan ada empat bulan yang istimewa dalam Islam.
“Empat bulan itu adalah Muharram, Zulhijjah, Zulkaidah, dan Rajab,” ujar Mujazin, pada Kamis (9/7/2025). Keistimewaan bulan Muharram didasarkan pada Hadis Riwayat Muslim.
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim No. 1163)
6 Keistimewaan Bulan Muharram
Setidaknya terdapat alasan mengapa bulan Muharram istimewa, yakni:
1. Disebut sebagai bulan yang diharamkan
Mengutip laman Badan Amil Zakat Nasional, bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan yang diharamkan dalam Islam. Maknanya, melakukan perang ataupun perbuatan tercela dilarang. Allah SWT ingin memberikan ketenangan dan kedamaian bagi umat Islam selama bulan Muharram.
2. Bulan mulia dalam kalender Hijriah
Bulan Muharram menjadi satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Hal tersebut merujuk pada Surah At-Taubah ayat 36, yang isinya:
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”
3. Pahala dilipatgandakan
Melakukan amalan-amalan di bulan haram akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Maka dianjurkan bagi umat Islam untuk menjalankan amalan, mulai dari puasa, hingga ibadah lainnya. Hal tersebut termaktub dalam hadis berikut:
“Maka sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian semua haram (mulia) atas kalian seperti mulianya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini. Dan sesungguhnya kalian akan menghadap Tuhanmu sekalian dan Dia akan bertanya kepada kalian tentang amal perbuatkan kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Dosa dilipatgandakan
Dalam kitab Tafsir Al-Qurthubi, bulan Muharram adalah salah satu bulan haram. Maka umat Islam dianjurkan untuk menghindari perbuatan dosa dan maksiat. Allah SWT memberikan peringatan agar kita tidak menzalimi diri kita sendiri dalam bulan-bulan ini dengan berbuat dosa.
5. Awal tahun Hijriah
Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Penetapan tanggal 1 Muharram menandai babak penting dimulainya hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Penetapan tanggal 1 Muharram pertama terjadi pada 622 Masehi.
6. Puasa hari Asyura
Hari Asyura adalah salah satu hari yang sangat penting bagi umat Islam yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Banyak peristiwa penting dalam sejarah para nabi terjadi di hari Asyura. Salah satunya adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.
Karena pentingnya hari Asyura, umat Islam disunahkan menjalani puasa Asyura pada hari tersebut. Umat Islam juga disunahkan menjalani puasa sehari sebelumnya, yang disebut puasa Tasu’a.
Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai keutamaan puasa hari Asyura, lalu ia menjawab, “Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat,” (H.R. Muslim).
Peristiwa Sejarah di Bulan Muharram
Mujazin menyebut bulan Muharram memiliki nilai sejarah karena sejumlah peristiwa penting terjadi pada bulan ini.
Peristiwa tersebut menyertai perjalanan para nabi dalam Islam. Berikut daftar peristiwa agung yang terjadi di bulan Muharram:
1. Nabi Adam as dan istrinya, Hawa, diciptakan Allah SWT pada bulan Muharram. Di bulan ini, Allah juga memberikan ampunan kepada Nabi Adam usai memakan buah khuldi yang dilarang Allah.
2. Nabi Idris as diangkat derajatnya oleh Allah.
3. Nabi Nuh as diselamatkan Allah dari bencana banjir pada tanggal 10 Muharram atau 150 hari sejak banjir datang.
4. Nabi Ibrahim as diselamatkan dari kobaran api yang nyaris merenggut nyawanya.
5. Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara setelah mendapatkan fitnah dari Al-Aziz yang merupakan majikannya.
6. Nabi Yaqub as kembali mendapatkan penglihatannya setelah terpuruk dan jatuh sakit akibat putranya.
7. Nabi Ayyub as diberikan kesembuhan dari penyakit kulit bernanah di sekujur tubuhnya.
8. Nabi Musa as diselamatkan dari kejaran Fir’aun pada 10 Muharram, juga menerima kitab Taurat di bulan yang sama.
9. Nabi Yunus as nberhasil keluar dari perut ikan paus setelah bertahan selama 40 hari.
10. Nabi Muhammad as memulai hijrah dari Mekah ke Madinah.
“Untuk memperingatinya, maka Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk berpuasa di tanggal 10 Muharram atau puasa Asyura,” ujar Mujazin.
Amalan Bulan Muharram
Mengingat betapa mulianya bulan Muharram, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UMS itu menjelaskan anjuran Rasulullah untuk menjalani serangkaian ibadah sunah. Beberapa amalan yang dapat dilakukan di bulan Muharram, antara lain:
1. Puasa Tasu’a dan Asyura
Puasa tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Sementara puasa Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharram.
2. Memperbanyak amalan
Umat Islam hendaknya memperbanyak amalan di bulan Muharram, seperti bersedekah, salat sunah, berzikir, dan membaca Al-Qur’an.
3. Bermuhasabah diri
Bulan Muharram yang bertepatan dengan tahun baru Islam menjadi momentum untuk bermuhasabah diri. Merenungi kehidupan yang telah lalu untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
“Bulan Muharram sangat istimewa karena berkenaan dengan hari baik di bulan baik. Umat Islam hendaknya merefleksikan hidup untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tandas Mujazin. (gede arga adrian)
