Dalam lima dekade belakangan ini para pakar astronomi dunia memunculkan istilah big-bang. Yakni peristiwa astronomi yang secara ilmiah diyakini sebagai awal mula terciptanya alam semesta.
“Kira-kira 50 tahun kebelakang ini kita mengenal big-bang di mana alam semesta ini dimulai dari materi yang sangat masif, sangat padat kemudian meledak. Terjadilah ledakan besar sehingga dinamai dengan big-bang,” kata Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Saad Ibrahim, dalam program TVMu bertajuk “Tausiyah Kiai Saad”.
Menurut Saad, bukti ilmiah alam semesta dimulai dari materi yang sangat masif dan kemudian terjadi ledakan yang maha dahsyat. Matahari yang menyinari alam semesta ini, sebut Saad, tercipta 4,6 miliar tahun yang lalu, sementara alam semesta diperkirakan telah mencapai usia 13,8 miliar tahun.
“Setelah ledakan itu, Alam semesta terus berkembang, terus menerus bergerak, memenuhi, bahkan menciptakan ruang dan waktu,” ucapnya.
Ia menyebut peristiwa Big-Bang, bukan tanpa alasan melainkan sebagai salah satu contoh nyata peristiwa yang sudah ditulis Al Quran. Bukan 50 tahun yang lalu, melainkan telah tertulis 1.400 tahun yang lalu melalui Qs. Al Anbiya ayat 30.
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya,” ucap Saad, menerjemahkan arti dari Qs. Al-Anbiya ayat 30.
Melalui satu contoh peristiwa inilah, Saad menegaskan kembali bahwa Al Quran adalah mukjizat sekaligus ciptaan Allah yang otentik. Tidak mungkin diciptakan manusia, bahkan tak dapat ditandingi oleh apapun.
Mukjizat Al Quran telah menghadirkan kedalaman makna dan kesesuaiannya terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, Al Quran adalah cahaya bagi peradaban, sekaligus bukti nyata kebesaran Allah Swt bagi umat manusia dan alam semesta.
Sebagai Pembeda
Dalam kesempatan itu, Saad menyitir QS. Al Baqarah 185, bahwa Allah Swt menegaskan, bulan Ramadan adalah satu bulan mulia yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Merujuk kepada hal ini, pihaknya menjelaskan bahwa tidak ada satupun makhluk di muka bumi yang dapat menyaingi, bahkan melampaui Al Quran. “Al Qur’an adalah mukjizat terbesar dari Nabi Muhammad saw. Luar biasa hebat. Tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” tambah Saad.
Bukti ini benar-benar nyata. Tidak ada satupun manusia baik secara individual maupun berkelompok yang dapat menandingi Al Quran. “Al Quran sungguh melampaui zamannya,” jelas Saad. (*/tim)
