Musafir Kehidupan: Persiapkan Dirimu untuk Kampung Akhirat

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Hidup di dunia ini hanyalah sebuah perjalanan singkat, persinggahan sementara menuju kehidupan yang hakiki: akhirat. Sudah siapkah kita menghadapinya?

Sudah cukupkah bekal kita untuk kembali ke kampung halaman yang sejati, yaitu surga yang dijanjikan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang taat?

Waktu terus berjalan. Hari demi hari berganti. Namun, kadang kita terlalu sibuk dengan urusan dunia yang fana ini, hingga lupa bahwa tujuan akhir kita bukanlah sekadar keberhasilan duniawi, melainkan keselamatan dan kebahagiaan abadi di akhirat.

Dunia hanyalah tempat menanam, sementara akhirat adalah tempat memanen hasil dari segala amal yang kita lakukan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj: 47)

Bayangkan, satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Ini menunjukkan betapa panjang dan kekalnya kehidupan akhirat dibandingkan dengan kehidupan dunia yang sangat terbatas waktunya.

Maka alangkah meruginya orang-orang yang hanya sibuk dengan urusan dunia namun melupakan persiapan untuk kehidupan setelah kematian.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun mengajarkan kepada kita agar senantiasa menyadari bahwa dunia ini bukanlah tempat tinggal yang permanen. Dalam sabdanya, beliau bersabda:

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.” (HR. Al-Bukhari no. 6053)

Apa makna sabda ini? Seorang musafir tidak akan menetap lama di suatu tempat. Ia hanya singgah untuk beristirahat sejenak, lalu melanjutkan perjalanan. Demikian pula seharusnya sikap kita di dunia ini: jangan terlalu larut dalam kenikmatan dunia, karena kita sedang menempuh perjalanan panjang menuju kampung akhirat.

Bekal terbaik yang bisa kita siapkan adalah amal saleh—amal yang ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Entah itu salat, sedekah, puasa, membantu sesama, berzikir, membaca Al-Qur’an, ataupun menahan diri dari dosa dan maksiat, semua itu akan menjadi bekal yang sangat berharga kelak.

Ketahuilah, waktu kita di dunia sangat singkat, dan tidak ada seorang pun yang tahu kapan ajal akan menjemput. Maka gunakanlah setiap detik waktu yang kita miliki untuk memperbanyak amal kebaikan, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Berbahagialah orang-orang yang memanfaatkan hidupnya dengan penuh kesadaran akan tujuan akhir. Mereka menabung pahala, menyucikan hati, dan terus memperbaiki amal agar kelak bisa pulang dengan membawa wajah yang berseri-seri.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita termasuk di antara hamba-hamba-Nya yang menyegerakan diri dalam kebaikan dan kebenaran. Semoga setiap langkah kita di dunia menjadi sebab keselamatan kita di akhirat.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search