MyMarbot 2.0, Aplikasi Digital Karya Dosen UMY yang Ubah Cara Masjid Dikelola

MyMarbot 2.0, Aplikasi Digital Karya Dosen UMY yang Ubah Cara Masjid Dikelola
www.majelistabligh.id -

Masjid-masjid di Kecamatan Sedayu, Bantul kini mulai bertransformasi digital lewat kehadiran MyMarbot 2.0, sebuah aplikasi inovatif karya dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dirancang untuk mempermudah pelaporan keuangan, pencatatan donasi, hingga pemantauan kegiatan santri.

Program ini digagas oleh tim dosen lintas disiplin ilmu dari UMY, yakni Linda Kusumastuti (Akuntansi Syariah), Ir. Tony K. Hariadi, M.T., IPM (Teknik Sipil), dan Dr. Mega Hidayati, M.A. (Ilmu Politik), serta didukung oleh Lazismu UMY dan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat.

MyMarbot 2.0 merupakan pengembangan dari proyek percontohan MyMarbot yang sebelumnya telah diujicobakan di Masjid Babussalam, Sedayu, Bantul.

Uji coba tersebut berhasil mengidentifikasi berbagai tantangan dan kebutuhan pengurus masjid. Melalui forum diskusi kelompok (FGD) dan uji coba pengguna, tim merumuskan sejumlah fitur penting seperti pencatatan donasi digital, pelaporan keuangan real-time, pemantauan perkembangan santri, serta sistem pengingat kegiatan keagamaan.

“Pilot project sebelumnya menunjukkan antusiasme tinggi dari mitra. Mereka mengusulkan fitur-fitur yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Inilah yang menjadi dasar pengembangan MyMarbot 2.0,” ujar Linda Kusumastuti Wardana, S.Pd., M.Sc., dosen pelaksana program, pada Rabu (9/7/2025).

Melalui MyMarbot 2.0, pengurus masjid kini dapat mengakses berbagai fitur, antara lain: Pelaporan keuangan secara digital dan real-time; Pemantauan perkembangan santri oleh wali murid; Pencatatan donasi dan kehadiran jamaah; Pengingat kegiatan rutin; Evaluasi dan pelatihan berbasis prinsip good governance.

Setelah sukses di Babussalam, sistem ini direncanakan untuk diperluas ke 20 masjid lain di Kecamatan Sedayu, dengan target keterlibatan minimal 50 pengurus masjid.

Tim pelaksana juga tengah menyiapkan pengembangan fitur lanjutan berdasarkan masukan pengguna, integrasi dengan sistem donasi digital dan reminder, serta kolaborasi lintas prodi dengan Teknologi Informasi UMY guna meningkatkan keamanan dan skalabilitas aplikasi.

“Kami ingin MyMarbot tidak hanya menjadi alat bantu administrasi, tetapi juga menjadi media dakwah modern dan sarana penguatan peran masjid sebagai pusat peradaban,” lanjut Linda.

Dari hasil survei dan evaluasi, tim mencatat adanya peningkatan persepsi kemudahan penggunaan dan tata kelola yang lebih baik di kalangan pengurus dan jamaah.

Sistem ini dinilai mempercepat proses pelaporan, meningkatkan kepercayaan jamaah, serta mempermudah komunikasi antara pengurus masjid dan masyarakat.

“Program ini membuktikan bahwa kolaborasi multidisiplin dan penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi motor perubahan dalam tata kelola lembaga keagamaan berbasis komunitas,” pungkas Linda. (*/wh)

Tinggalkan Balasan

Search