Suasana lantai tiga Jamarat sore itu begitu padat. Ribuan jemaah dari berbagai penjuru dunia tengah menyelesaikan rangkaian ritual melempar jumrah, menandai akhir fase penting dari ibadah haji.
Di tengah arus manusia yang mengalir dengan khusyuk dan semangat, hadir sosok yang tak asing bagi publik Tanah Air: Tya Ariestya.
Aktris, presenter, sekaligus publik figur ini tampak menunaikan ibadah dengan tenang bersama sang suami, Irfan Ratinggang, dalam rombongan jemaah haji Indonesia 2025. Hari itu, Minggu (8/6/2025), menjadi momen penuh haru dan syukur. Tya resmi menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Hari ini saya menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan sangat nyaman sekali, karena haji itu adalah ibadah fisik,” ungkap Tya sambil tersenyum setelah menyelesaikan lontar jumrah di Mina.
Dalam perbincangan singkatnya, Tya menekankan pentingnya melaksanakan haji di usia muda. Menurutnya, selain kesiapan spiritual, kesiapan fisik juga sangat penting mengingat ibadah haji menuntut tenaga dan stamina yang prima.
“Kita gak pernah tahu, kapan harus jalan jauh, atau kapan harus antre dengan orang-orang yang sangat banyak. Jadi kalau kita bisa melaksanakan ibadah haji di masa muda, itu akan lebih baik,” tutur Tya, penuh harapan.
Ungkapan ini tidak hanya keluar sebagai nasihat biasa, tetapi sebagai refleksi mendalam dari pengalaman langsung seorang Muslimah yang menyadari betapa berharganya kesempatan menjadi tamu Allah di usia produktif.

Sebagai publik figur yang dikenal luas generasi muda, Tya pun tak lupa menyampaikan pesan spesial kepada Gen Z Muslim di Indonesia. Dengan semangat persuasif yang tulus, ia mengajak generasi masa depan untuk tidak menunda ibadah haji.
“Jadi teman-teman di luar sana yang masih muda-muda, Bismillahirrahmanirrahim, semuanya bisa melaksanakan ibadah haji muda. Aamiin,” ucapnya, menutup perbincangan dengan penuh harap.
Seruan ini bukan sekadar ajakan, melainkan sebuah teladan. Bahwa menjadi muda bukan alasan untuk menunda perjalanan spiritual, tetapi justru saat terbaik untuk menapak jejak di Tanah Suci dengan kekuatan dan kesadaran penuh.
Kehadiran figur publik seperti Tya Ariestya dalam pelaksanaan haji tahun ini menjadi pengingat bahwa haji bukan sekadar ibadah tahunan yang sakral, melainkan juga titik balik kehidupan. Di balik popularitas dan kesibukan duniawi, setiap jiwa tetap rindu pulang kepada Rabb-nya.
Pengalaman Tya menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Muslim bahwa haji bukan hanya untuk yang tua atau yang mapan secara materi. Tapi untuk siapa saja yang dipanggil dan menyiapkan diri, baik lahir maupun batin. (afifun nidlom)
