*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Bukan seberapa banyak rakaat salat yang sudah aku dirikan, tapi seberapa banyak salatku mampu mencegahku dari kemungkaran.
Bukan seberapa banyak puasa yang telah aku jalankan, tapi seberapa banyak puasa itu mampu membuatku bertakwa dan menahan nafsu godaan setan.
Bukan seberapa banyak dan panjangnya zikirku, tapi seberapa banyak dengan zikir itu mampu mengendalikan hati dan lisanku dari kedzaliman.
Semakin bertambah umur seseorang, maka seharusnya akan semakin siap sedia akan kembalinya yang setiap saat bisa saja datang menjemputnya.
Semakin bertambah ilmu dan pengetahuan seseorang maka seharusnya akan semakin sederhanalah penampilannya, pembicaraan (lisan)nya dan tingkah lakunya.
Semakin bertambah iman dan takwa seseorang maka seharusnya akan semakin bertambah pula rasa takutnya akan Rabbnya.
Ketika engkau menjauhkan diri dari Rabbmu, maka Dia bisa juga menjauh dari hatimu. Ketika engkau mendekatkan diri dengan Rabbmu, maka Dia akan lebih dekat dari nadimu.
Saat semua orang menyukai dirimu tetapi Rabbmu membencimu,
apa yang engkau dapatkan? Dan, saat semua orang membencimu tetapi Rabbmu mencintaimu,
apa yang engkau dapatkan? Sebaik-baiknya orang adalah yang paling baik akhlaqnya. Baik terhadap Rabbnya dan baik pula terhadap sesamanya.
So,
Jagalah lisan karena lisan itu daging yang tak bertulang. Namun ia sangat tajam bagaikan pedang.
Barakallahu fiikum. (*)
