Sosok “KH. Ahmad Dahlan” dan “Siti Walidah” menyapa pengunjung di tengah keramaian Taman Merjosari, Malang. Meski hanya dalam bentuk cosplay, kehadirannya sukses mencuri perhatian ratusan warga yang memadati kegiatan NgabubuRead garapan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Kehadiran “KH Ahmad Dahlan” ini adalah untuk meningkatkan tradisi literasi, pendidikan, dan kepedulian sosial dalam kegiatan NgabubuRead ini. Menunggu waktu berbuka puasa pun berubah menjadi pengalaman berbeda, tidak sekadar berburu takjil, tetapi diisi dengan aktivitas literasi, hiburan edukatif, hingga aksi berbagi yang menjadikan taman kota tersebut sebagai ruang belajar terbuka yang hangat dan penuh keceriaan.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari. Puluhan anak-anak tampak memadati booth UMM untuk mengikuti berbagai permainan edukatif dan membaca buku yang disediakan. Keseruan semakin terasa saat “Mobil Kamis Membaca” perpustakaan keliling milik UMM hadir membawa ratusan koleksi bacaan yang dapat diakses gratis oleh pengunjung.
Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom, mengatakan bahwa NgabubuRead dirancang sebagai ruang produktif bagi masyarakat untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkuat kebiasaan membaca sekaligus membangun ruang diskusi yang sehat di tengah masyarakat.
“NgabubuRead bukan sekadar aktivitas menunggu waktu berbuka, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menguatkan spirit literasi sebagai fondasi kemajuan bangsa. Ramadan adalah waktu yang tepat memperkaya diri, baik secara spiritual maupun intelektual,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada aktivitas membaca di taman. Setelah acara utama selesai, peserta dan panitia melanjutkan kegiatan dengan membagikan makanan kepada masyarakat di jalan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Menurut Maharina, aksi berbagi itu menjadi simbol penguatan spirit Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan, yakni nilai keberagamaan yang diwujudkan melalui tindakan nyata membantu sesama. Literasi, kata dia, tidak hanya berhenti pada membaca buku, tetapi juga harus melahirkan empati sosial.
“Melalui NgabubuRead, UMM ingin menanamkan pesan bahwa membaca, berbagi ilmu, dan menumbuhkan kepedulian sosial adalah satu kesatuan gerakan yang saling menguatkan,” katanya. (*/tim)
