Khotbah Salat Khusuf: Ngecas Iman Melalui Peristiwa Alam

*) Oleh : M. Syukron Dian
Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kader & SDI PCM Candi
www.majelistabligh.id -

Khotbah Salat Gerhana (*)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْــمَلِكِ الْحَقِّ الْــمُبِيْن، اَلَّذِي أَرْسَلَ آيَاتِهِ عِبْرَةً لِلْمُعْتَبِرِيْن، وَأَظْهَرَ شَيْئًا مِنْ قُدْرَتِهِ هِدَايَةً لِلْمُهْتَدِيْن. فَسُبْحَانَهُ مِنْ رَبٍّ عَظِيْم، مَالِكِ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ بِغَيْرِ قَرِيْن، وَمُجْرِي السَّحَابِ وَالرِّيَاحِ بِغَيْرِ مُعِيْن. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه، إِلٰهُ اْلأَوَّلِيْن وَالْآخِرِين، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمّداً عَبدُهُ ورَسُولُهُ الْــمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَــــمِيْن، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين. أَمَّا بَعْدُ، فَقَدْ قَالَ عَزَّ وَجَلَّ: وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Jamaah salat khusuf rahimakumullah

Amalan apa yang bisa meningkatkan keimanan kita, ketika terjadi peristiwa gerhana bulan atau gerhana matahari?. Nabi bersabda:

فَإِذَا رَأَيْتُم ذَلِكَ، فَادْعُوا اللَّهَ، وَكَبِّرُوْا، وَصَلُّوْا، وَتَصَدَّقُوْا

Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka hendaklah kalian berdo’a kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah. (HR. Bukhari no. 1044).

Gerhana Bulan (Khusuf) artinya peristiwa hilangnya cahaya bulan sebagian atau total pada malam hari karena terhalang oleh bayangan bumi karena posisi bulan yang berada di balik bumi dan matahari.

Oleh karena itu Allah telah memperlihatkan ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah di alam semesta. Nabi bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لاَيَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ

“Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Peristiwa gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang.” (HR. Bukhari no. 1044).

Orang menganggap gerhana bulan sebagai fenomena alam yang biasa saja. Namun sebagai orang beriman di balik gerhana bulan ini kita tidak tahu. Apakah gerhana ini awal dari turunnya azab akibat dosa-dosa kita? atau turunnya berkah dalam hidup kita?

Jamaah salat khusuf rahimakumullah

Ngecas iman untuk meningkatkan kualitas aqidah dan akhlak sebagai bagian dari kebaikan imannya. Nabi bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. (HR. Tirmidzi no.1162).

Rasulullah mengajarkan keimanan secara totalitas dengan hati, lisan, dan perbuatan. Sehingga diharapkan dalam beraqidah dan ibadah secara vertikal “hablun minallah” terhindar dari virus TBC (Tahayyul, Bid’ah dan Churafat). Juga dalam bermuamalah ibadah secara horizontal “hablun minannas” maka sikap kita harus terhindar dari virus AIDS (Angkuh, Iri, Dengki, Serakah dan Sombong).

Tiga ciri-ciri orang yang beriman

Sungguh yang benar-benar dinamakan orang beriman itu, siapa mereka? Sifat-sifatnya Allah rangkum dalam al-Qur’an surat Al-Anfal/8: 2-4)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ. وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانً. وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُون

“Apabila disebut nama Allah bergetar hatinya. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah betambah kuat imannya. Hanya kepada Allah mereka bertawakkal.”

 Penjelasan QS. Al-Anfal

  1. Peristiwa Rasulullah pada saat mau tidur, datang orang kafir bernama Da’sur mau membunuh, kemudian terjadi dialog, Da’sur bertanya: Muhammad kalau saya mau membunuh kamu siapa yang menolong? Nabi menjawab dengan tenang dan tegar “Allah”, langsung jatuh pedang Da’sur
  2. Ayat-ayat (tanda-tanda) Allah itu ada dua: Ayat yang terucap disebut wahyu dan ayat yang tercipta disebut alam semesta jagat raya ini.
  3. Orang beriman itu selalu berserah diri kepada Allah melalui proses usaha. Tawakkal itu baik sangka dengan Allah.

Nabi bersabda:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي

“Aku bersama persangkaan hamba-Ku, Aku bersama hamba-Ku bila hamba-Ku mengigat-Ku.” (HR. Bukhari Muslim).

Pertanyaannya, bagaimana cara ngecas kualitas keimanan kita?

  1. Salat (QS. Hud/11: 114).

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ إِنَّ ٱلۡحَسَنَٰتِ يُذۡهِبۡنَ ٱلسَّيِّـئَاتِۚ ذَٰلِكَ ذِكۡرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

“Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”

Rabiah bin Ka’ab al-Aslami bercerita: “Saya pernah tinggal bersama Rasulullah. Saya bantu menyiapkan wudhu dan keperluan lainnya. Suatu hari Rasulullah berkata kepadaku: “Ibnu Ka’ab, mintalah sesuatu kepadaku.” Aku menjawab: “Aku minta kelak bisa menyertaimu masuk surga.” Beliau bertanya lagi: “Ada yang lain?” Aku jawab: “Tidak, cukup itu saja.” Beliau lalu berkata: “Kalau itu yang kamu minta, maka bantulah aku memenuhi keinginanmu itu dengan kamu memperbanyak sujud.” (HR. Muslim).

Memperbanyak sujud artinya memperbanyak salat. Tentu yang bisa diperbanyak itu salat sunnah. Salat wajib tidak bisa ditambah. Hanya lima kali. Maka perbanyak salat sunnah.

Kata Rasulullah, itulah jalan lebar menuju surga. Kita tahu ada banyak salat sunnah. Jika nanti dalam hisab di akhirat salat kita kurang baik, tidak sempurna, maka Allah perintahkan malaikat memeriksa salat sunnah kita. Salat sunnah itu dipakai untuk menambal dan melengkapi salat kita yang belum sempurna itu.

  1. Sedekah (QS. Ali-Imron:3/92)

لَن تَنَالُوا البِرَّ حَتّٰى تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ  وَمَا تُنفِقُوا مِن شَىءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِه عَلِيمٌ

“Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan sebelum kalian menginfakkan sesuatu yang kalian cintai. Dan apa saja yang kalian infakkan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui hal itu.”

Tidak akan sempurna keimanan kita sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.

Jamaah salat khusuf rahimakumullah

  1. Senyum yang semanak (QS. Lukman:31/18)

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا  إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Jangan kamu pelengoskan pipimu dari orang lain (sikap angkuh) dan jangan berjalan di bumi dengan sombong. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Seorang laki-laki mendatangi Nabi lalu berkata: Ya Rasulullah, ada wanita terkenal tekun salatnya, tekun puasanya dan dermawan sedekahnya. Sayangnya dia sering menyakiti tetangganya dengan lisannya. Nabi menjawab: Dia lebih dekat ke neraka. (HR. Ahmad).

  1. Suka mengaji (QS. Ali-Imron:3/138)

هٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةٌ لِّلْمُتَّقِيْنَ

“(Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”

  1. Selalu berdzikir (QS. Ar-Ra’d:13/28)

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ  أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.”

Kesimpulannya: Iman itu naik-turun. Iman naik ketika beramal sholeh. Iman turun saat bermaksiat.

Jamaah salat khusuf rahimakumullah

Semoga bermanfaat. Menutup khutbah ini, marilah kita berdoa kepada Allah SWT, semoga mengijabahi yang kita munajatkan.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدًا النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِكَ اْلكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِك. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَـجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. اَللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَه، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَه، وَلاَ دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَه، وَلاَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ، وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. اللَّهُمَّ يَامُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى دِيْنِك، اللَّهُمَّ يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ، رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

*Naskah Khutbah ini akan disampaikan pada Salat Gerhana Bulan di Musholla Baiturrohim Pecis Balongdowo Candi Sidoarjo

Tinggalkan Balasan

Search