Bersyukurlah jika kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadan. Keistimewaannya tidak bisa dianggap enteng. Karena ampunan dan pahala yang kita dapatkan di dalamnya mampu menutupi kelalaian kita di bulan-bulan lainnya.
Meski kita telah dekat dengan bulan Ramadan, siapa yang menjamin usia kita bisa sampai kepadanya? Berapa banyak orang yang di Ramadan lalu masih ada, saat ini telah pergi meninggalkan kita dan tidak lagi sempat bertemu dengan Ramadan yang akan datang?
Maka, orang-orang saleh akan memberikan perhatian besar pada Ramadan. Rasulullah ﷺ telah mengajarkan itu dalam banyak hadisnya. Para Salafush Shaleh (sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in) melakukan itu sebagaimana tuntunan Rasulullah ﷺ. Di antaranya yang diinformasikan oleh Mu’alla bin Al-Fadhl :
قَالَ مُعَلَّى بْنُ الْفَضْلِ : كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبْلِّغَهُمْ رَمَضَانَ، ثُمَّ يَدْعُوْنَهُ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ
Mu’alla bin Al-Fadhl berkata, “Mereka (para Salafush Shaleh) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar menyampaikan mereka ke Ramadan, kemudian berdoa selama enam bulan (berikutnya) agar Allah menerimanya (amal di bulan Ramadan) dari mereka.” (Ibnu Rajab, Lathaif Al-Ma’arif, hal. 264).
Betapa pentingnya mendapatkan kesempatan Ramadan dan betapa pentingnya mampu memanfaatkannya dan diterima amalan di dalamnya. Maka selain usaha, berdoa agar mendapatkan kesempatan Ramadan adalah sangat penting.
Kita dianjurkan untuk berdoa agar disampaikan ke bulan Ramadan. Boleh berdoa dengan bahasa sendiri, atau dengan doa yang populer, hanya redaksinya tidak ada yang sahih dari Nabi ﷺ, jangan diyakini dari Nabi. Yaitu doa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah berkahilah kami pada Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada Ramadan.” (Ibnu Sunni, Amal Al-Yaum wal Lailah, no. 659, Al-Baihaqi, Syu’abul Iman, no. 3534, hadits ini dhaif karena terdapat perowi yang dhaif bernama Zaidah bin Abi Ar-Raqad dan Ziyad An-Namiri).
Juga doa berikut yang dibaca oleh para sahabat. Yahya bin Abi Katsir berkata, “Di antara doa mereka (para sahabat) adalah:
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقبَّلًا
“Ya Allah, sampaikanlah aku kepada bulan Ramadan, dan sampaikanlah Ramadan kepadaku, serta terimalah Ramadan dariku sebagai amal yang diterima.” (Ibnu Rajab, Lathaif Al-Ma’arif, hal. 264).
