Olah Sampah Area Kampus, Lazismu Umsida Produksi Pupuk Organik

Pupuk yang siap dipasarkan di pabrik pupuk Umsida. (ist)
www.majelistabligh.id -

Kantor Layanan Lazismu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (KL Lazismu Umsida) memanfaatkan sampah organik yang ada di lingkungan kampus menjadi pupuk kompos bernilai ekonomi. Langkah ini merupakan salah satu inovasi ramah lingkungan, sekaligus menghasilkan produk dari bahan baku yang selama ini terbuang percuma.

“Inovasi ini lahir dari kepekaan Lazismu Umsida terhadap isu lingkungan sekaligus kepedulian sosial. Inisiatif ini memanfaatkan sampah daun yang setiap hari dibersihkan oleh petugas Umsida di seluruh area kampus,” kata Wakil Manajer Bidang Keuangan KLL Umsida, Abdul Haris Effendie S.Pd.I.

Sampah daun yang sebelumnya hanya berakhir di tempat sampah, kini diolah menjadi produk pupuk kompos yang siap digunakan dan dipasarkan. Seluruh bahan baku diambil dari area kampus, sehingga prosesnya benar-benar memanfaatkan potensi internal. “Untuk sementara bahan bakunya kami cari di lingkungan Umsida semua, dari daun-daunan yang setiap hari dibersihkan,” jelas Haris.

Dalam proses produksinya, Lazismu Umsida bekerja sama dengan PT Umsida Sinergi Usaha (PT USU) yang berada di Kampus 2 dan dikelola oleh Agribisnis Umsida. Kerja sama ini mencakup proses pengolahan, penentuan komposisi campuran, hingga desain kemasan produk. Sedangkan pemasarannya, Lazismu Umsida yang mengelola secara mandiri.

Pupuk organik Produk Umsida. (ist)
Pupuk organik Produk Umsida. (ist)

Proses pengolahan pupuk kompos, mulai dari pengumpulan sampah daun hingga produk siap dikemas, membutuhkan waktu maksimal dua pekan. Setelah itu pupuk kompos sudah siap dijual dalam kemasan 5 kilogram dengan harga Rp10.000 per kantung.

Produksi pupuk kompos ini dimulai Desember 2025 dan menjadi salah satu wujud penerapan konsep green campus di lingkungan Umsida. Hasil penjualan pupuk kompos pada tahap awal ini didonasikan untuk membantu masyarakat yang terkena bencana di Sumatra.

Melalui penjualan pupuk kompos ini, Lazismu Umsida berharap dapat menambah sumber donasi pada warga penyintas bencana, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik.

Ia menambahkan, Lazismu Umsida berencana mengembangkan pemasaran ke masyarakat umum, seperti penjual tanaman hias, bunga, dan perlengkapan berkebun di berbagai wilayah. “Ke depannya produk ini akan terus dikembangkan, tidak hanya dijual di Umsida, tapi juga ditawarkan ke pasaran umum,” jelasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search