Olimpiade Ahmad Dahlan (OlimpicAD) ke-8 resmi dibuka di Universitas Muhammadiyah
(Unismuh) Makassar, Rabu (12/2/2026). Ajang kompetisi nasional pendidikan Muhammadiyah ini menjadi momentum kebangkitan dan penguatan kualitas generasi muda Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.
Pembukaan OlimpicAD 8 dilakukan secara resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, MSi dan dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Irwan Akip, M.Pd. Ribuan peserta, pembina, dan tamu undangan yang memadati arena kegiatan.
Suasana semarak dan penuh antusiasme tampak sejak pagi hari, diawali dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti lebih dari 20 ribu peserta.
Ketua Panitia Pusat OlimpicAD 8, Prof. Dr. Baharuddin, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti lebih dari 8.000 peserta, termasuk para pembina dan pendamping dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka akan berkompetisi dalam 35 cabang lomba yang mencakup bidang akademik, seni, olahraga, dan keagamaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah membantu suksesnya acara ini. Tanpa bantuan dan dukungan bersama, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Baharuddin.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. “Silakan bertanding dengan sportif dan penuh semangat. Jadikan OlimpicAD ini sebagai ajang belajar dan menguatkan persaudaraan,” pesannya.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abdul Rahim, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah. Menurutnya, penyelenggaraan OlimpicAD 8 semakin mengukuhkan posisi Unismuh sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di lingkungan Muhammadiyah.
“Terima kasih atas kepercayaan ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Jika ada yang kurang, silakan beri masukan. Insya Allah akan kami tindak lanjuti,” ungkap Abdul Rahim.
Ia juga memaparkan perkembangan Unismuh yang saat ini memiliki 69 program studi dan baru saja memperoleh tiga program studi baru, termasuk Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Hal ini menunjukkan komitmen Unismuh dalam meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag., mengaku bersyukur Makassar kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional Muhammadiyah. “Mudah-mudahan kegiatan ini diberikan kelancaran dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D., menegaskan bahwa OlimpicAD 8 menjadi simbol kebangkitan pendidikan Muhammadiyah secara nasional. Ia menyebut, Makassar dipilih sebagai tuan rumah karena kota ini memiliki sejarah panjang sebagai penyelenggara berbagai agenda besar Muhammadiyah, termasuk Muktamar Muhammadiyah ke-47.
“OlimpicAD ini menjadi momentum kebangkitan pendidikan Muhammadiyah. Anak-anak Muhammadiyah harus menjadi anak-anak yang berprestasi hingga tingkat internasional,” tegas Didik.
Ia juga mengungkapkan bahwa Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah akan melakukan seleksi terhadap siswa-siswi SMP Muhammadiyah terbaik untuk berkesempatan masuk ke sekolah unggulan Garuda yang tengah dikembangkan pemerintah melalui sistem sekolah terintegrasi. “Semoga ada sekolah Muhammadiyah yang bisa masuk dan menjadi bagian dari program tersebut,” tambahnya.
OlimpicAD 8 turut dihadiri dewan pakar pendidikan, di antaranya Prof. Dr. Zamroni, M.Pd., dan Dr. Sungkowo, yang juga mantan Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah.
Dengan semangat kompetisi sehat dan kebersamaan, OlimpicAD 8 di Makassar diharapkan melahirkan generasi Muhammadiyah yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Seperti harapan yang disampaikan dalam pembukaan, para peserta hari ini diyakini akan menjadi wajah cerah Muhammadiyah dan Indonesia 10 hingga 30 tahun mendatang. (sholihin fanani)
