SD Muhammadiyah 6 (Musix) Gadung Surabaya kembali menggelar program edukatif bertajuk Orang Tua Mengajar, sebuah inisiatif yang melibatkan orang tua siswa dalam proses pembelajaran di kelas, pada Rabu (14/5/2025).
Pada kegiatan yang dilangsungkan hari ini, hadir sebagai narasumber istimewa, Novian Maulana Pramana Putra, ayah dari Aleisha Humaira El Maulana, siswi kelas 1-ICP.
Novian, yang saat ini menjabat sebagai Kasubdit Umum di PT Sinergi Gula Nusantara, sebuah perusahaan nasional yang bergerak di bidang pengolahan gula, berbagi wawasan dan pengalaman seputar dunia industri gula, khususnya mengenai proses produksi Gula Kristal Putih (GKP) yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat.
Dalam pemaparannya di hadapan siswa kelas 1-ICP, Novian menjelaskan secara rinci tahapan-tahapan yang dilalui dalam pembuatan gula.
Dia memulai dengan menjelaskan tentang bahan baku utama, yakni tebu, yang kemudian diekstraksi niranya menggunakan mesin. Nira tersebut selanjutnya melalui proses pemurnian untuk menghasilkan cairan jernih yang siap diproses lebih lanjut.
“Nira yang telah jernih kemudian diuapkan hingga mengental, dimasak, lalu dikristalkan. Dari proses inilah terbentuk Gula Kristal Putih yang biasa kita konsumsi sehari-hari,” jelas Novian.
Dia juga menjelaskan perbedaan antara Gula Kristal Putih dan Gula Rafinasi. Gula Kristal Putih lebih banyak digunakan oleh rumah tangga, sedangkan Gula Rafinasi diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman karena kemurniannya yang lebih tinggi.
Tidak hanya itu, Novian juga menyinggung tentang limbah hasil produksi yang ternyata masih memiliki nilai guna. “Sisa dari proses produksi, seperti tetes tebu, dapat dimanfaatkan untuk membuat produk lain seperti micin dan kecap,” tambahnya.
Kegiatan pembelajaran kali ini menjadi sangat menarik karena Novian juga menayangkan video proses pengolahan tebu di pabrik serta menunjukkan langsung bentuk butiran gula kristal kepada para siswa.
Visualisasi ini memberikan gambaran nyata kepada anak-anak tentang bagaimana bahan makanan yang biasa mereka konsumsi itu diproduksi.
Respons positif pun datang dari para siswa. Salah satunya, Kenantama Aryo Alvaro, siswa kelas 1-ICP yang mengaku senang bisa belajar langsung tentang pembuatan gula.
“Senang sekali belajar cara membuat gula! Pabriknya besar-besar dan tersebar di banyak tempat. Tapi tadi juga sedih karena tidak dapat kesempatan untuk menjawab kuis, jadi tidak dapat hadiah coklat,” ungkap Aryo dengan polos.
Berbeda dengan Aryo, Alicya Azzahra Al Amin merasa sangat gembira karena mendapatkan hadiah berupa gula dari narasumber.
“Senang! Dapat gula dari Papa Aleisha, jadi bisa stok di rumah. Selain itu, bisa lihat pabrik sama alat-alat buat gulanya yang besar-besar,” katanya dengan antusias.
Kaur Kurikulum SD Muhammadiyah 6 Gadung, Ustazah Anisa Herwati, S.Pd.I., menyampaikan bahwa program Orang Tua Mengajar merupakan salah satu strategi sekolah untuk mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga.
Menurutnya, pembelajaran akan semakin bermakna ketika orang tua dilibatkan langsung, apalagi jika berkaitan dengan pengalaman dunia kerja yang konkret.
“Melalui kegiatan ini, siswa bisa mendapatkan wawasan baru tentang dunia industri, khususnya industri pangan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak,” jelas Ustadzah Anisa.
Novian pun mengungkapkan rasa bahagianya bisa ikut berkontribusi dalam proses belajar siswa.
“Masya Allah, Alhamdulillah kami diberikan kesempatan untuk membagikan ilmu kepada adik-adik. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat memperluas wawasan mereka tentang proses pembuatan gula di Indonesia,” tuturnya.
Dengan kegiatan ini, SD Musix membuktikan bahwa pembelajaran tidak harus selalu datang dari guru atau buku teks semata, namun juga bisa berasal dari pengalaman nyata para orang tua yang bekerja di berbagai sektor penting di masyarakat. (rizki handayani/tim)
