Orang yang Gemar Berbohong Akan Merobek Mulutnya Sendiri di Alam Kubur

www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri

Seseorang akan berbohong karena melakukan pembelaan diri, terlepas masalah yang dihadapi benar atau salah. Kebohongan dijadikan sebagai alat untuk bersiasat atau berstrategi.

Kadang bohong dianggap sebagai kebiasaan yang sepele, padahal jika kebiasaan bohong dilakukan terus-menerus, apa lagi jika tanpa ilmu, niscaya ucapan orang tadi akan selalu berbohong dalam hal apa pun.

Salah satu peristiwa buruk yang dialami manusia di alam kubur adalah mulutnya dirobek-robek hingga hancur berantakan, kemudian dikembalikan seperti semula, dirobek-robek lagi, begitu seterusnya hingga hari kiamat tiba. Ini adalah balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang gemar berkata bohong.

Sewaktu bertanya kepada Jibril dan Mikail, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada malaikat ini: “Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat”, kedua malaikat menjawab: Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek-robek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas, maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat.” (HR Bukhari)

IsIam menganggap berdusta atau berbohong sebagai perbuatan buruk, dengan kata lain, berdusta dilarang dalam IsIam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا يَفْتَرِى الْـكَذِبَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ ۚ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْكٰذِبُوْنَ

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong.”
(QS An-Nahl :105)

Perbuatan bohong termasuk tanda-tanda dari orang munafik, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Tanda-tanda orang munafik ada 3, apabila berkata ia berdusta, bila berjanji ia ingkar, bila dipercaya ia khianat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Demikianlah akibat berbohong itu berbahaya, lantaran perbuatan itu dapat menimbulkan rasa saling membenci antara sesama. Oleh karena itu usahakan untuk selalu berkata dan berbuat jujur dalam segala kondisi.

Semoga bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search