Padang Arafah dan Pesan Abadi Rasulullah untuk Peradaban Manusia

*) Oleh : Afifun Nidlom, S.Ag, M.Pd, MH.
www.majelistabligh.id -

Esok, Kamis 9 Dzulhijjah 1446 hijriah atau 5 Juni 2025 jemaah haji hadir di padang Arafah. Tempat yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai inti ibadah haji. Tanpa Arafah haji tidak sah, itu yang dipegangi ulama fikih.

Arafah bukan sekadar tanah lapang di jazirah Arab. Ia adalah saksi bisu akan pesan abadi Rasulullah Muhammad SAW yang menggema hingga akhir zaman. Arafah adalah momen manusia berhenti atau wukuf. Fisik berhenti tapi ruhnya harus mampu menembus langit.

Saat jutaan jemaah haji menengadahkan tangan di Padang Arafah, mereka sejatinya tengah menyambung ruh agung dari khutbah monumental Rasulullah SAW dalam Haji Wada’. Momen sakral itu bukan hanya menandai ibadah haji terakhir beliau, tapi juga pewarisan nilai-nilai luhur bagi seluruh umat manusia. Fisik beliau memang tak lagi hadir, namun pesan sucinya tetap hidup, menembus ruang dan zaman.

1. Menjaga Kehormatan Manusia, Jalan Menuju Masyarakat Madani

Di hari itu, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah suci, sebagaimana sucinya hari ini, bulan ini, dan kota ini.”

Inilah fondasi utama sebuah peradaban. Tidak ada kemajuan tanpa penghormatan terhadap nyawa dan hak milik. Islam meletakkan kehormatan manusia sebagai perkara sakral. Jemaah haji belajar, bahwa mengganggu hak orang lain—baik fisik, harta maupun kehormatan—adalah bentuk pengkhianatan terhadap ajaran Nabi SAW.

2. Tinggalkan Warisan Jahiliyah: Bangun Peradaban Berbasis Tauhid

Rasulullah saw menyatakan bahwa seluruh warisan jahiliyah telah dikubur di bawah telapak kakinya. Ini bukan sekadar simbol, melainkan deklarasi kebangkitan umat yang menjunjung keadilan, ilmu, dan kemuliaan akhlak.

Sebelum Islam datang, bangsa Arab dikenal dengan perpecahan, fanatisme kesukuan, dan kebodohan. Namun Islam menjadikan mereka pelopor ilmu, etika, dan peradaban. Kini, pesan itu hidup kembali di Arafah, menyeru setiap Muslim untuk menanggalkan ego, permusuhan, dan segala bentuk kezaliman.

3. Hapus Dendam, Bangun Cinta dan Maaf

“Segala darah jahiliyah kini telah dihapuskan,” ujar Nabi SAW. Ini adalah ajaran luhur tentang memutus rantai dendam. Rasulullah SAW menyeru umat agar tidak mewariskan kebencian turun-temurun. Setiap jemaah diajak membuka hati, memaafkan masa lalu, dan menatap masa depan dengan cahaya kasih sayang.

4. Hindari Transaksi yang Menindas

Pesan penting lainnya adalah pengharaman riba—lambang ketimpangan dan ketamakan dalam ekonomi jahiliyah. Rasulullah SAW ingin sistem muamalah Islam menjunjung keadilan dan saling menguntungkan. Dalam suasana Arafah yang suci, para jemaah diajak merenungi: adakah harta kita bersih dari kedzaliman?

5. Muliakan Istri, Kokohkan Ikatan Pernikahan

Nabi SAW mengingatkan agar suami memperlakukan istrinya sebagai amanah dari Allah. Hubungan pernikahan bukan sekadar legalitas biologis, tetapi perjanjian suci yang dibangun atas dasar keimanan dan kasih sayang. Istri menjaga kehormatan suami, suami menjaga kemuliaan istri—inilah rumah tangga ideal yang diberkahi.

“Takutlah kalian kepada Allah dalam urusan perempuan,” seru Rasulullah SAW. Inilah peringatan yang wajib direnungkan oleh setiap kepala keluarga, agar rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tapi juga ladang pahala.

6. Pegang Teguh Al-Qur’an, Jangan Tersesat

“Sungguh, telah kutinggalkan pada kalian satu perkara; jika kalian berpegang teguh padanya, kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah.”

Di tengah gemuruh dunia yang penuh godaan, Arafah mengingatkan kembali kepada tali paling kokoh: Al-Qur’an. Kitab ini bukan hanya dibaca, tapi ditadabburi, diamalkan, dan dijadikan peta hidup. Barangsiapa menggenggamnya, akan tetap di atas jalan yang lurus.

Arafah bukan hanya tempat wukuf, tapi juga ladang perenungan mendalam. Di sana, jemaah haji seolah mendengar langsung khutbah Nabi, menghayati setiap kalimatnya, dan menanamkan azam baru dalam hidup.

اللهم اجعل حجنا مبروراً، وذنبنا مغفوراً، وسعينا مشكوراً، وتجارتنا لن تبور

Ya Allah, jadikanlah haji kami ini haji yang mabrur, dosa kami Engkau ampuni, perjalanan kami Engkau berkahi, dan usaha kami tidak merugi.

Amin ya Rabbal ‘Alamin. (*)

Tinggalkan Balasan

Search