Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pameran dalam rangkaian Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026, di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Senin (9/2/2026). Selama tiga hari ke depan, pameran ini diselenggarakan sebagai jembatan komunikasi bagi pemerintah pusat dan daerah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat membuka acara menekankan bahwa banyak kebijakan yang telah berjalan dengan baik, dan perlu disosialisasikan secara lebih mendalam kepada para pemangku kepentingan.
“Banyak praktik baik yang sudah dilakukan kementerian dan ini momen yang sangat baik untuk mengomunikasikannya. Kami mendorong para peserta dari daerah dan mitra pendidikan untuk berkunjung agar terjadi proses transformasi pengetahuan dan pertukaran informasi,” ujar Wamen Fajar.
Wamen Fajar menjelaskan bahwa keberagaman stan yang hadir mencerminkan komitmen kementerian dalam memperkuat partisipasi semesta. Ia mengingatkan kembali pesan Mendikdasmen Abdul Mu’ti tentang amanah besar dari Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan pendidikan yang inklusif.
“Tanpa semangat gotong royong dan kebersamaan, susah rasanya kita bisa mencapai tujuan besar pendidikan nasional. Pameran ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua,” tegasnya.
Kosolnas sendiri memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menampilkan capaian inovasi serta praktik baik pelaksanaan kebijakan pendidikan dasar dan menengah. Kedua, meningkatkan sinergi antar unit kerja dalam memperkuat pelayanan pendidikan dasar dan menengah yang merata, bermutu dan tentu saja berkeadilan. Dan yang ketiga untuk memperluas aspirasi dan kolaborasi dalam mendukung pendidikan yang bermutu untuk semua.
Pameran ini hadir sebagai ruang terbuka yang menyajikan berbagai capaian, inovasi, serta praktik baik dari unit utama, unit pelaksana teknis (UPT), hingga mitra pendidikan demi memberikan layanan terbaik bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa pameran ini melibatkan seluruh lini unit kerja di lingkungan Kemendikdasmen. Selain itu juga ada mitra pembangunan internasional seperti program kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia melalui Inovasi Untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI).
Juga ada program kerja sama Kemendikdasmen dengan Save the Children melalui Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI), serta Tanoto Foundation turut memperkaya khazanah praktik baik yang ditampilkan.
“Kami berharap pameran ini menjadi ruang interaksi dan belajar bagi para peserta untuk berdialog, berbagi pengalaman, serta memperkuat pemahaman dalam mengimplementasikan kebijakan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” tutur Suharti.
Selain menjadi pusat informasi kebijakan, pameran ini juga menyuguhkan sisi humanis melalui gerai layanan dari Unit Layanan Terpadu (ULT) dan partisipasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikkasmen. (*/tim)
