Panduan Sehat Sepulang dari Tanah Suci, Ini Tips dari Dosen UM Surabaya

www.majelistabligh.id -

Ibadah haji adalah pengalaman spiritual yang agung dan menjadi impian setiap Muslim. Namun di balik kekhusyukan menjalankan rukun Islam kelima ini, terdapat tantangan serius terutama dalam aspek kesehatan fisik.

Sepulang dari Tanah Suci, banyak jemaah haji yang mengalami penurunan daya tahan tubuh dan rentan terkena berbagai penyakit. Oleh karena itu, kewaspadaan dan langkah antisipatif sangat diperlukan agar kesehatan tetap terjaga setelah kembali ke tanah air.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Ira Purnamasari, S.Kep, Ns, M.Kep, menyampaikan bahwa para jemaah haji harus benar-benar memperhatikan kondisi tubuh mereka begitu tiba di rumah.

Dia menjelaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem, kelelahan fisik akibat ibadah yang padat, serta interaksi dengan jutaan jemaah dari berbagai negara membuat tubuh menjadi rentan terserang penyakit.

“Begitu pulang ke Indonesia, banyak jemaah yang mengeluhkan sakit, baik ringan maupun berat. Ini wajar karena tubuh mereka bekerja keras selama lebih dari sebulan penuh di lingkungan yang sangat berbeda dari keseharian,” jelas Ira.

Penyakit yang Umum Dialami Jemaah Setelah Haji

Ada beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang jemaah haji setelah pulang. Berikut ini penjelasannya:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

ISPA adalah gangguan kesehatan yang paling sering diderita. Penyebab utamanya adalah kelelahan, paparan debu, dan kontak dekat dengan banyak orang dalam waktu lama. Gejalanya antara lain batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan.

2. MERS (Middle East Respiratory Syndrome)

Penyakit ini disebabkan oleh virus MERS-CoV dan merupakan salah satu infeksi saluran napas yang berasal dari wilayah Timur Tengah. MERS cenderung menyerang individu dengan daya tahan tubuh lemah, khususnya lansia atau penderita penyakit kronis. Gejalanya mencakup demam, batuk, sesak napas, nyeri otot, hingga gangguan pencernaan. Dalam kasus berat, komplikasinya bisa berupa gagal napas atau bahkan kematian.

3. COVID-19

Meski pandemi telah mereda, COVID-19 masih menjadi ancaman. Virus ini dapat menyebar dengan cepat, termasuk dari mereka yang tidak menunjukkan gejala (asimptomatik). Gejalanya antara lain demam, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, serta hilangnya penciuman dan perasa.

4. Meningitis

Penyakit ini menyerang lapisan otak dan sumsum tulang belakang (meningen). Gejalanya cukup berat seperti sakit kepala hebat, leher kaku, kejang, dan kehilangan kesadaran. Meningitis bisa sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat.

5. Gangguan Pencernaanum

Perubahan pola makan, kondisi sanitasi yang kurang optimal, serta adaptasi terhadap jenis makanan baru di Arab Saudi bisa menyebabkan gangguan seperti diare. Ini bisa berakibat dehidrasi, terutama pada jemaah lansia.

6. Kambuhnya Penyakit Kronis

Ibadah haji sangat menguras tenaga. Jemaah yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, atau jantung harus ekstra hati-hati. Ketidakdisiplinan dalam menjaga pola makan atau jadwal minum obat dapat memperparah kondisi mereka.

Tips Menjaga Kesehatan Setelah Kembali dari Haji

Demi mencegah risiko penyakit setelah pulang dari ibadah haji, Ira Purnamasari memberikan beberapa tips sederhana namun penting:

  • Istirahat yang Cukup

Berikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan energi. Hindari langsung melakukan aktivitas berat setelah pulang. Tidur dan istirahat cukup sangat penting agar sistem kekebalan tubuh bekerja optimal kembali.

  • Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Disarankan untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan dini dapat membantu mendeteksi adanya gejala atau penyakit yang belum terasa secara signifikan.

  • Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Nutrisi yang baik sangat penting dalam membantu pemulihan tubuh. Perbanyak asupan sayuran, buah-buahan, dan protein hewani maupun nabati. Hindari makanan instan, berlemak tinggi, dan manis berlebihan.

  • Perbanyak Minum Air Putih

Hidrasi yang baik akan mendukung fungsi organ vital seperti ginjal dan membantu mempercepat detoksifikasi tubuh. Disarankan minimal minum 2 liter air putih setiap hari.

  • Gunakan Masker Saat Berada di Keramaian

Sistem kekebalan yang belum sepenuhnya pulih membuat jemaah rentan tertular penyakit menular. Oleh karena itu, memakai masker dan menjaga jarak fisik masih menjadi langkah pencegahan yang bijak.

  • Lanjutkan Pengobatan Penyakit Kronis

Bagi yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, hipertensi, atau asma, jangan menghentikan pengobatan. Konsultasikan dengan dokter agar dosis dan jadwal obat bisa disesuaikan dengan kondisi pasca haji.

Ibadah haji memang membawa keberkahan dan kebahagiaan spiritual yang luar biasa. Namun, kesehatan fisik tetap menjadi modal penting agar jemaah dapat terus beraktivitas dan berbagi kisah ibadahnya dengan keluarga serta lingkungan.

Dengan menjaga pola hidup sehat, mengenali gejala penyakit, dan segera mencari pertolongan medis saat diperlukan, jemaah dapat menikmati pasca haji dengan tenang dan sehat. (*/wh)

Tinggalkan Balasan

Search