Panti Asuhan dan Pesantren Muhammadiyah Cabang Tambaksari Surabaya, yang lebih dikenal sebagai Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian dan pembinaan kepada anak yatim, anak miskin terlantar, serta kelompok rentan. Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Gersikan itu saat ini mengasuh sebanyak 150 anak, baik yang tinggal di dalam asrama maupun di luar asrama.
Memasuki Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, pengurus panti mengadakan kegiatan pembinaan, penyaluran kebutuhan pokok, serta pemberian uang saku Ramadan kepada seluruh anak asuh. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan spiritual sekaligus membantu memenuhi kebutuhan mereka selama menjalankan ibadah puasa.
Kepala Panti Pesantren Muhammadiyah Gersikan, Ustaz Abu Hasan, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena dapat mengumpulkan seluruh anak asuh dalam satu kegiatan. Ia berpesan agar para anak asuh senantiasa rajin beribadah, terutama melaksanakan salat, puasa, dan berbagai amaliah lainnya, terlebih di bulan Ramadan. Ia juga mengajak mereka untuk aktif memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan iman dan karakter.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambaksari, Ustaz Hari Purnomo, SKM, menyampaikan apresiasi kepada pengurus panti yang terus menunjukkan kepedulian kepada anak yatim dan anak kurang mampu. Ia juga berpesan kepada para anak asuh agar terus meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga semangat belajar sebagai bekal masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Ustaz Fery Yudi Antonis Saputera, hadir sebagai narasumber tausiah. Ia memberikan motivasi kepada anak-anak asuh agar mempersiapkan diri sebagai generasi emas bangsa dengan rajin belajar dan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Ia juga menyampaikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Anak asuh yang memiliki keterbatasan biaya dapat mengajukan rekomendasi dari kepala panti untuk memperoleh beasiswa melalui jalur Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Menurutnya, sudah banyak anak asuh Muhammadiyah Gersikan yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui program tersebut.
Kegiatan pembinaan yang berlangsung di Masjid Al-Mukhlis ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tambaksari, pimpinan ranting Muhammadiyah, karyawan, anak asuh, serta wali santri, dengan total peserta hampir mencapai 200 orang.
Acara ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan buka puasa menggunakan hidangan takjil, pelaksanaan salat Magrib berjamaah, serta ramah tamah dan makan bersama dengan hidangan soto daging. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa hangat dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, anak asuh yang tinggal di luar asrama juga menerima uang saku Ramadan serta bantuan kebutuhan pokok berupa beras dan lauk pauk untuk mendukung keberlangsungan ibadah puasa mereka.
Kegiatan pembinaan dan santunan ini merupakan program rutin yang dikoordinasikan oleh pimpinan ranting Muhammadiyah. Setiap ranting membina sekitar 25 anak asuh dengan tujuan memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan, aktif memakmurkan masjid, serta tumbuh menjadi kader Muhammadiyah yang tangguh, berakhlak mulia, dan berdaya saing di masa depan. || Fery Yudi Antonis Saputera
