Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Muhadjir Effendy, kembali melakukan peninjauan terhadap perkembangan pembangunan gedung yang akan menjadi arena pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-49 pada tahun 2027.
Lokasi yang ditinjau tersebut berada di lahan kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang terletak di Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.
Seperti dilansir di laman resmi PP Muhammadiyah Kunjungan ini dilakukan pada Sabtu (22/3/2025) dan merupakan bagian dari komitmen pimpinan Muhammadiyah dalam memastikan kesiapan infrastruktur untuk agenda besar organisasi tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kemajuan signifikan yang telah dicapai oleh tim pembangunan.
Dia membandingkan kondisi terkini dengan hasil peninjauan sebelumnya dan menilai bahwa perkembangan proyek ini sangat luar biasa, bahkan melampaui target yang telah direncanakan.
“Jika dibandingkan dengan kunjungan pertama saya ke lokasi ini, progresnya sungguh luar biasa. Dulu area ini masih dipenuhi dengan pepohonan dan belum ada struktur yang terlihat. Sekarang, tiang pancang sudah mulai ditanam dan konstruksi terus berjalan ke tahap berikutnya. Saya optimis, setelah Lebaran nanti, struktur utama sudah mulai terlihat dan bisa semakin dipercepat pembangunannya,” ujar Muhadjir.
Sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir juga menekankan pentingnya pengelolaan proyek ini agar tetap berjalan dengan baik, efisien, dan sesuai dengan standar pembangunan yang modern.
Dia mengimbau seluruh tim yang terlibat, termasuk pimpinan UMSU, untuk terus menghadirkan pembaruan dan inovasi dalam proses pembangunan gedung ini.
“Saya harapkan ke depan, Pak Rektor beserta tim dapat mengorganisir pembangunan ini dengan mengusung konsep yang modern dan inovatif. Kita harus menunjukkan kepada publik bahwa Muktamar Muhammadiyah kali ini membawa perubahan signifikan, dengan terobosan-terobosan baru yang lebih maju dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya,” tambahnya.
Selain menyoroti aspek teknis dan inovatif, Muhadjir juga menekankan pentingnya pendekatan spiritual dalam proses pembangunan.
Menurutnya, setiap pembangunan yang dilakukan, terlebih dalam lingkup Muhammadiyah, sebaiknya juga diiringi dengan doa dan ibadah.
Dia meyakini bahwa dengan menguatkan aspek spiritual, pembangunan ini tidak hanya akan berjalan dengan lancar, tetapi juga membawa berkah dan manfaat yang lebih luas bagi umat.
“Pendekatan spiritual juga harus menjadi bagian dari proyek ini. Para pimpinan dan seluruh elemen yang terlibat bisa mengadakan shalat tahajud di lokasi ini, memohon kepada Allah agar proyek ini diberikan kelancaran dan gedung yang dibangun nanti benar-benar memiliki nilai manfaat yang besar bagi umat dan masyarakat luas,” pesan Muhadjir.
Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi bersama jajaran pimpinan UMSU dan tim proyek, di mana berbagai masukan dan saran dibahas guna memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi yang terus ditekankan, diharapkan gedung yang akan digunakan untuk Muktamar Muhammadiyah 2027 ini dapat menjadi simbol kemajuan dan dedikasi Muhammadiyah dalam membangun peradaban yang lebih baik. (*/wh)