Pimpinan Cabang ’Aisyiyah (PCA) Kecamatan Kota Tulungagung menjadi “pasukan” konsumsi para peserta dan panitia AMM Tahap III yang berlangsung di Tulungagung, 12-14 Desember 2025. Para emak-emak ini menyiapkan konsumsi tiga kali sehari, dengan masakan yang bervariasi.
“Kami dari PCA Kecamatan Kota Tulungagung ingin memberikan konsumsi yang terbaik bagi peserta dan panitia AMM III. Dengan konsumsi yang baik, para peserta akan dapat berkonsentrasi penuh saat mengikuti pelatihan,” kata Bu Djuwito, Ketua PCA Kecamatan Kota Tulungagung, ditemui saat melayani makan peserta.
Ia menambahkan, setiap kali makan, mereka menyiapkan sebanyak 90 porsi makanan, yang divariasikan makanan dalam bentuk prasmanan dan bentuk nasi kotak. Jadi setiap hari kami siapkan 270 porsi makanan untuk tiga kali makan. “Alhamdlillah hampir semua peserta bilang kalau makanannya enak,” tambah Bu Djuwito.
Kunci dari kelezatan makanan yang disuguhkan, adalah pada variasi makanan khas Tulungagung. Dengan demikian, peserta dari Tulungagung dan panitia bisa merasakan makanan khas Tulungagung yang sudah melegenda. “Seperti pagi ini, kita siapkan sarapan nasi pecel khas Tulungagung,” jelasnya.
Bu Djuwito tidak sendiri, ia dibantu oleh anggota Aisyiyah lainnya, seperti Bu Sunantin, Bu Hanan, dan Bu Minarni, serta pengurus dan anggota lainnya. “Kami sangat happy melayani para peserta. Tidak ada rasa capek, justru kami bahagia,” kata Bu Minarni, yang diiyakan oleh Bu Sunantin dan Bu Hanan.
Aisyiyah Tulungagung sendiri aktif menggelar berbagai kegiatan untuk ibu ibu pengurus, anggota dan masyarakat sekitar. Diantaranya menggelar pengajian emak-emak sebulan 2 kali. “Kami senang bergabung di Aisyiyah, karena penuh dengan manfaat,” tambah Bu Djuwito.
Lantas saat melakukan aktivitas di luar, bagaimana melayani makanan untuk suami dan anak-anak? “Sudah kita atur, jika kita ada acara di luar seperti ini, pagi-pagi kami sudah masak dan bersih bersih rumah. Kewajiban sebagai ibu rumah tangga tetap kami jalankan dengan baik,” paparnya. (nun)
