Pelayanan Haji 2025 Diapresiasi Ary Ginanjar: Ini Paling Tertib dan Menenangkan

www.majelistabligh.id -

Pelaksanaan ibadah haji 2025 terus menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh penggerak spiritual dan CEO ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian, yang menyebut haji tahun ini sebagai pelayanan paling nyaman dan tertib sepanjang pengalaman berhajinya selama 25 tahun terakhir.

Ary menyampaikan kesaksiannya usai mengikuti konferensi pers bersama rombongan Amirul Hajj di Kantor Daker Madinah, Kamis siang (12/6) waktu Arab Saudi. Acara tersebut turut dihadiri para tokoh nasional, di antaranya Khatib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum ICMI Prof Arif Satria, Sekjen MUI Dr Amirsyah Tambunan, serta Ketua PP Muhammadiyah Prof Syamsul Anwar.

“Biasanya setiap berangkat haji, ada rasa khawatir—kalau sakit siapa yang bantu? Kalau tersesat, bertanya ke siapa? Tapi tahun ini berbeda. Untuk pertama kalinya, rasa itu berganti menjadi tenang dan yakin bahwa negara hadir,” ujar Ary penuh haru.

Toilet Bersih, Petugas Sigap, Negara Benar-Benar Hadir

Menurut Ary, salah satu hal paling mencolok dari perubahan layanan haji tahun ini adalah kebersihan toilet di kawasan Arafah dan Mina yang selama ini kerap dikeluhkan jemaah.

“Dulu kalau ke Arafah, toiletnya selalu sama—bau dan kotor. Tapi kali ini sungguh luar biasa: bersih, tidak bau. Ini bukan perubahan biasa,” ucapnya.

Ia juga menyoroti keberadaan petugas haji berseragam biru berlogo merah putih yang sangat mudah dikenali dan selalu siap siaga membantu para jemaah.

“Petugas sangat tanggap, mereka tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman secara psikis. Ini simbol kuat bahwa negara betul-betul hadir dan melayani,” jelasnya.

Ary menilai keteraturan sepanjang prosesi puncak ibadah haji—dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina (Armuzna)—adalah bentuk nyata dari kehadiran negara yang berpihak pada kemaslahatan jemaah.

“Yang perlu terus dijaga adalah rasa aman dan nyaman yang dirasakan jemaah. Pelayanan tahun ini bukan hanya teknis, tapi menyentuh hati,” tegasnya.

Ia berharap agar sistem pelayanan yang sudah baik ini dapat menjadi standar pelayanan haji masa depan, bukan hanya keberhasilan sesaat.

“Insya Allah ini menjadi bagian dari amal jariyah bangsa. Kita jaga, kita tingkatkan. Semoga haji Indonesia ke depan makin berkah dan memberi keteladanan bagi dunia,” pungkasnya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search