Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Muhadjir Effendy, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Mentari Mart di kawasan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (19/4/2025).
Acara ini menjadi momentum penting yang tak terpisahkan dari upaya strategis Muhammadiyah dalam memperkuat kehadirannya di sektor ekonomi, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah.
Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan pusat ritel modern yang tidak hanya akan menjadi pusat perbelanjaan warga Muhammadiyah, tetapi juga akan dilengkapi dengan fasilitas produksi air minum dalam kemasan (AMDK) berlabel Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Muhadjir Effendy menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan kelanjutan konkret dari hasil Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang digelar di Makassar, di mana Muhammadiyah secara resmi menambahkan pilar ekonomi sebagai pilar ketiga setelah pendidikan dan sosial.
“Selama ini kita lebih dikenal kuat di bidang pendidikan dan layanan sosial. Namun, melalui keputusan muktamar, kita juga menegaskan pentingnya penguatan di sektor ekonomi,” ujar Muhadjir.
Dia menuturkan, pembangunan Mentari Mart ini menjadi bukti bahwa komitmen tersebut mulai diwujudkan secara nyata di berbagai daerah, termasuk di Unismuh Palu.
“Hari ini adalah penanda bahwa kegiatan-kegiatan ekonomi di Muhammadiyah semakin tumbuh dan menggeliat. Kehadiran Mentari Mart ini akan menjadi salah satu episentrum baru gerakan ekonomi Muhammadiyah di Sulawesi Tengah,” imbuhnya.
Gedung Mentari Mart ini nantinya akan digunakan sebagai pusat aktivitas retail yang melibatkan warga persyarikatan. Selain itu, akan dibangun pula unit produksi air mineral Muhammadiyah yang akan dikelola oleh civitas akademika Unismuh Palu dan kader Muhammadiyah setempat.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah Dr. Muh. Amin Parakkasi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran langsung Ketua PP Muhammadiyah dalam acara ini.
Dia menyebut bahwa kehadiran tokoh pusat Muhammadiyah menjadi penyemangat tersendiri bagi PWM Sulteng dalam memperluas gerakan dakwah berbasis ekonomi di wilayahnya.
“Ini adalah bentuk dukungan moral dan strategis yang luar biasa bagi kami di Sulawesi Tengah. Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan perhatian dari PP Muhammadiyah,” ungkap Amin.
Dia juga menegaskan bahwa gerakan dakwah ekonomi ini tidak akan terbatas hanya di lingkungan Unismuh Palu saja, namun akan meluas ke sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
“Kami berharap sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya juga bisa terlibat aktif dalam mendukung dan menjalankan semangat kemandirian ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, Dr. Rajindra, menyampaikan bahwa Mentari Mart nantinya akan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi warga persyarikatan, khususnya dalam tahap awal operasionalnya.
Produk-produk yang dipasarkan akan diprioritaskan berasal dari internal Muhammadiyah seperti usaha warga, koperasi, hingga unit usaha mahasiswa.
“Kami ingin menghidupkan semangat ekonomi umat. Gedung ini dibangun bukan hanya untuk Muhammadiyah saja, tetapi juga untuk masyarakat luas. Namun pada tahap awal, kami akan memanfaatkan potensi internal dulu, dan selanjutnya terbuka untuk seluruh masyarakat,” jelas Rajindra.
Peletakan batu pertama ini bukan sekadar seremoni simbolik, namun menjadi pijakan awal dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas, sejalan dengan visi besar Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang tak hanya unggul dalam pendidikan dan sosial, tetapi juga berdaya secara ekonomi.
Dengan dibangunnya Mentari Mart di Unismuh Palu, Muhammadiyah Sulteng menegaskan kesiapannya untuk terus melahirkan inisiatif-inisiatif ekonomi produktif sebagai wujud nyata dakwah yang membumi. (*/wh)
