Pemerintah Saudi Perketat Pengawasan, Jemaah Diminta Tidak Keluar Makkah untuk City Tour

www.majelistabligh.id -

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Jemaah diminta tidak melakukan city tour atau keluar dari Kota Makkah selama masa ibadah haji berlangsung.

Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Ali Machzumi, pada Kamis (15/5/2025). Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan pengetatan administrasi oleh otoritas Arab Saudi menjelang puncak haji.

“Untuk sementara waktu, jemaah dilarang melakukan perjalanan wisata ke luar kota, termasuk ke Thaif dan Jeddah,” tegas Ali Machzumi.

Tak hanya city tour, jemaah juga diminta tidak mengambil miqat umrah sunah dari Ji’ranah atau Hudaibiyah. Kedua lokasi tersebut kini masuk dalam zona pemeriksaan ketat (checkpoint) oleh aparat keamanan Saudi.

“Jika ingin melaksanakan umrah sunah, gunakan miqat dari Tan’im atau Masjid Aisyah, yang berada dalam area Makkah,” jelas Ali.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menjaga keselamatan, kenyamanan, dan keamanan jemaah. Hanya jemaah yang memegang visa haji resmi dan kartu Nusuk yang diizinkan memasuki atau bepergian di wilayah Makkah.

Hingga Jum’at pagi (16/5) pukul 11.30 Waktu Arab Saudi, sebanyak 39.673 jemaah dari total 102 kloter telah tiba di Makkah, proses pemindahan jemaah dari Madinah ke Makkah sudah memasuki hari ketujuh, sejak kloter pertama diberangkatkan pada Sabtu lalu.

Dengan pengetatan administratif menjelang masa-masa puncak haji, jemaah diimbau untuk fokus pada ibadah dan menjaga kesehatan, serta mematuhi imbauan resmi dari PPIH dan otoritas setempat. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search