Pemkot Depok Hibahkan Lahan dan Gedung Madrasah Senilai Rp17 Miliar

Pemkot Depok hibahkan lahan dan bangunan madrasah ke Kemenag. Ist)
www.majelistabligh.id -

Kementerian Agama menerima hibah lahan dan bangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dari Pemerintah Kota Depok. Acara serah terima lahan dan bangunan senilai Rp17 miliar tersebut dilaksanakan di MTs Negeri Kota Depok, Rabu (21/1/2026).

Hibah dari Pemkot Depok itu sebagai penguatan layanan pendidikan keagamaan di Kota Depok, yang meliputi lahan seluas 3.300 meter persegi beserta gedung madrasah. Selain itu, Pemkot Depok juga menghibahkan lahan tambahan seluas 5.000 meter persegi yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan layanan Kementerian Agama di wilayah tersebut.

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Depok terhadap pendidikan keagamaan. “Saya memberikan apresiasi kepada Pak Walikota Depok karena perhatian beliau terhadap pendidikan itu adalah langkah yang sangat terukur. Pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan harus dimulai dari sekolah,” kata Romo Muhammad Syafii.

Menurut Wamenag, perhatian terhadap sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. “Memberikan sekolah dan perhatian terhadap dunia pendidikan bukan hanya kerja hari ini. Ini adalah kerja jangka panjang untuk mempersiapkan masa depan anak-anak. Dari sinilah kualitas bangsa Indonesia ditentukan,” tambahnya.

Bangunan Madrasah yang dihibahkan Pemkot Depok. (ist)
Bangunan Madrasah yang dihibahkan Pemkot Depok. (ist)

Bangunan MTs. Negeri yang dihibahkan ini dirancang menampung sekitar 140 siswa dengan empat rombongan belajar. Setiap kelas diisi sekira 35 siswa dan didukung oleh 16 guru. Madrasah tersebut direncanakan mulai difungsikan pada Juli 2026 mendatang, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Dari sisi dukungan pemerintah daerah, Wali Kota Depok Supian Suri juga menyampaikan kebijakan Pemkot Depok terhadap madrasah swasta. “Kami menggratiskan sekolah di 14 Madrasah Tsanawiyah swasta di Kota Depok. Setiap anak dibiayai Rp3 juta per tahun. Nilai itu setara dengan SPP Rp250 ribu per bulan yang ditanggung Pemerintah Kota Depok,” ujarnya.

Terkait sarana pendukung, Supian menyebut bangunan madrasah negeri yang dihibahkan masih membutuhkan kelengkapan furnitur. “Bangunan madrasah ini memang belum memiliki furnitur yang memadai. Karena itu kami meminta dukungan melalui program CSR Bank Jawa Barat sebesar Rp250 juta. Dana tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mebelier madrasah tsanawiyah negeri yang baru,” katanya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search