Haru dan bahagia menyelimuti pasangan lansia asal Padang, Ali Mazar (65) dan Yusmanidar (64), saat mereka tiba di Makkah, Arab Saudi, Sabtu (17/5/2025). Setelah menanti selama 13 tahun, doa mereka untuk menunaikan ibadah haji bersama akhirnya dikabulkan.
Keduanya tergabung dalam Kloter PDG 08 yang termasuk dalam gelombang kedua kedatangan jamaah haji Indonesia, yang dimulai hari Sabtu (17/5/2025). Mereka mendarat di Bandara King Abdulaziz Jeddah dan langsung diberangkatkan ke Makkah tanpa transit ke Madinah—sesuai skema baru yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi tahun ini.
Setibanya di Hotel Manar Mashaeir, sekira pukul 09:00 Waktu Arab Saudi, Ali dan Yusmanidar disambut hangat oleh petugas Sektor 3 Daerah Kerja Makkah.
Sambutan ini terasa istimewa karena selain layanan cepat dan ramah, seluruh jamaah juga mendapat hadiah spesial berupa mushaf Alquran, makanan ringan, dan minuman langsung dari Kepala Kadaker Makkah, Ali Machzumi.
“Sudah lama kami impikan naik haji bersama. Ini momen yang sangat membahagiakan, 13 tahun penantian kami akhirnya terbayar,” ucap Yusmanidar dengan mata berkaca-kaca.
Ali, yang sebelumnya sudah pernah umrah, tampak semangat mengenakan kain ihram. Ia mengaku puas dengan pelayanan yang diterima sejak dari Tanah Air hingga tiba di hotel di Makkah.
“Pelayanan sekarang luar biasa. Semoga seluruh proses haji berjalan lancar dan kami bisa menjadi haji mabrur,” harapnya.

Keduanya juga telah mengambil miqat di Jeddah dan bersiap menunaikan umrah wajib. Cuaca panas Makkah yang mencapai 45°C tak menyurutkan semangat mereka.
“Kami berdoa agar dosa kami diampuni dan keluarga kami dijauhkan dari siksa neraka. Semoga Allah menerima ibadah kami,” tambah Yusmanidar.
Kloter PDG 08 sendiri terdiri dari 393 jamaah yang ditempatkan di dua hotel di wilayah Sektor 3. Gelombang kedua ini mencakup 18 kloter dengan total 5.329 jamaah yang akan terus berdatangan hingga 31 Mei 2025.
Sesuai kebijakan baru, sebagian besar jamaah kini menggunakan jalur cepat (Makkah Route) yang memungkinkan mereka melewati proses imigrasi langsung di bandara keberangkatan di Indonesia, seperti JKG, JKS, SOC, dan SUB. Hal ini diharapkan mempercepat layanan dan mempermudah proses kedatangan jamaah di Tanah Suci.
Kisah Ali dan Yusmanidar menjadi gambaran nyata bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan hati, kesabaran, dan keteguhan iman. Penantian belasan tahun mereka menjadi inspirasi bagi jutaan umat Islam yang juga memendam harapan serupa.
Dengan segala kemudahan dan layanan terbaik yang diberikan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, harapan untuk menjalani ibadah haji yang khusyuk dan mabrur kini semakin dekat untuk mereka—dan untuk semua jamaah haji Indonesia tahun ini. (afifun nidlom)
