Penciptaan Langit dan Bumi

www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Muhammad Nashihudin MSI
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur

Penciptaan langit dan bumi! Ini adalah salah satu topik yang paling fundamental dalam berbagai agama dan kepercayaan. Berikut beberapa perspektif tentang penciptaan langit dan bumi:

Perspektif Agama

1. Islam: Dalam Islam, penciptaan langit dan bumi dipercayai sebagai hasil dari kekuasaan dan kebijaksanaan Allah SWT. Allah menciptakan alam semesta dalam enam hari dan menciptakan manusia dari tanah liat.
2. Kristen: Dalam Kristen, penciptaan langit dan bumi dipercayai sebagai hasil dari kekuasaan dan kasih Tuhan. Tuhan menciptakan alam semesta dalam enam hari dan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya.
3. Hindu: Dalam Hindu, penciptaan langit dan bumi dipercayai sebagai hasil dari siklus penciptaan dan penghancuran yang terus-menerus. Dewa Brahma dipercayai sebagai pencipta alam semesta.

Proses Penciptaan

1. Teori Big Bang: Menurut teori Big Bang, alam semesta terbentuk sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu dari ledakan besar yang sangat panas dan padat.
2. Pembentukan Bumi: Bumi dipercayai terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu dari proses pendinginan dan pembentukan kerak bumi.

Makna Penciptaan

1. Kekuasaan Tuhan: Penciptaan langit dan bumi sering dianggap sebagai bukti kekuasaan dan kebijaksanaan Tuhan.
2. Keajaiban Alam: Penciptaan langit dan bumi juga dianggap sebagai keajaiban alam yang luar biasa dan kompleks.
3. Tanggung Jawab Manusia: Penciptaan langit dan bumi juga membawa tanggung jawab bagi manusia untuk menjaga dan melestarikan alam semesta.

Pelajaran yang Dapat Diambil

1. Penghargaan terhadap Alam: Penciptaan langit dan bumi menekankan pentingnya penghargaan terhadap alam dan kekuasaan Tuhan.
2. Tanggung Jawab Lingkungan: Penciptaan langit dan bumi juga menekankan pentingnya tanggung jawab lingkungan dan pelestarian alam semesta.

Dengan memahami konsep penciptaan langit dan bumi, kita dapat meningkatkan kesadaran kita tentang kekuasaan Tuhan dan keajaiban alam, serta meningkatkan tanggung jawab kita untuk menjaga dan melestarikan alam semesta.

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا خْتِلَا فِ الَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ لَاٰ يٰتٍ لِّاُولِى الْاَ لْبَا بِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 190)

1. Langit dan bumi sebagai bangunan tanpa tiang

الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَ رْضَ فِرَا شًا وَّا لسَّمَآءَ بِنَآءً ۖ وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَ خْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّـكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَا دًا وَّاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 22)

2. Penciptaan tujuh langit dan bumi sebagai sumber ilmu

اَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللّٰهُ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَا قًا

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis?”
(QS. Nuh 71: Ayat 15)

وَّجَعَلَ الْقَمَرَ فِيْهِنَّ نُوْرًا ۙ وَّجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَا جًا

“Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)?”
(QS. Nuh 71: Ayat 16)

وَا للّٰهُ اَنْۢبَتَكُمْ مِّنَ الْاَ رْضِ نَبَا تًا

“Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur),”
(QS. Nuh 71: Ayat 17)

ثُمَّ يُعِيْدُكُمْ فِيْهَا وَيُخْرِجُكُمْ اِخْرَا جًا

“kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu (pada hari Kiamat) dengan pasti.”
(QS. Nuh 71: Ayat 18)

وَا للّٰهُ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَ رْضَ بِسَا طًا

“Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,”
(QS. Nuh 71: Ayat 19)

لِّـتَسْلُكُوْا مِنْهَا سُبُلًا فِجَا جًا

“agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas.”
(QS. Nuh 71: Ayat 20)

3. Penciptaan tujuh langit dan bumi tanpa cacat dengan dihiasi bintang

الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَا قًا ۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍ ۗ فَا رْجِعِ الْبَصَرَ ۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ

“yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 3)

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَا سِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ

“Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 4)

وَلَـقَدْ زَيَّـنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِمَصَا بِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَ عْتَدْنَا لَهُمْ عَذَا بَ السَّعِيْرِ

“Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 5)

 

Tinggalkan Balasan

Search