Pendidikan yang Mencerahkan Hati dan Pikiran

*) Oleh : Dr. KH. M. Sholihin Fanani
Wakil Ketua PWM Jatim
www.majelistabligh.id -

Pendidikan memiliki tujuan yang amat agung dan mulia. Mengapa demikian? Karena pendidikan mampu mengangkat derajat manusia, menjadikannya cerdas, berwawasan luas, dan dihargai oleh lingkungannya.

Pendidikan juga membuka jalan bagi kesejahteraan, membentuk pribadi yang saling menghormati, menghargai, membantu, dan menolong sesama.

Dalam perspektif Islam, pendidikan berfungsi sebagai sarana untuk membedakan antara yang halal dan haram, yang baik dan buruk, yang pantas dan tidak pantas, serta yang wajib dan sunah. Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Artinya, pendidikan bukan hanya membawa kecerdasan intelektual, tetapi juga kesadaran spiritual sebagai hamba Allah yang tunduk dan taat kepada-Nya.

Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri.

Pendidikan juga menjadi instrumen strategis dalam menyelamatkan masa depan bangsa, agama, dan generasi muda. Inti dari pendidikan adalah menuntun manusia untuk mengenal dirinya, Tuhannya, dan tujuan hidupnya. Ki Hadjar Dewantara pernah menyatakan:

“Pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak; maksudnya, menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.”

Agar pendidikan berkualitas dan bermutu untuk semua, terdapat beberapa prinsip dasar yang perlu dikembangkan:

Nilai Kolektivitas (Kebersamaan)

Pendidikan harus menumbuhkan rasa peduli dan tolong-menolong. Seseorang yang berpendidikan sejati tidak hanya mampu mengurus kepentingannya sendiri, tetapi juga mau mengabdikan dirinya untuk kepentingan masyarakat. Prinsip ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Maidah ayat 2:

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…”

Nilai Humanitas (Kemanusiaan)

Pendidikan harus mengajarkan cara memanusiakan manusia, menghargai perbedaan, dan menerima keterbatasan manusia. Hal ini penting untuk membangun masyarakat yang harmonis dan toleran.

Nilai Spiritualitas (Keagamaan)

Pendidikan yang baik harus berlandaskan nilai-nilai agama. Dalam Islam, tujuan utama pendidikan adalah mendekatkan manusia kepada Allah, menjadikan mereka pribadi yang beriman, bertakwa, dan beramal saleh.

Nilai Moralitas (Akhlakul Karimah)

Moralitas atau akhlak mulia menjadi ruh dari pendidikan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Pendidikan yang hanya menghasilkan kecerdasan tanpa akhlak akan menimbulkan generasi yang cerdas tetapi berpotensi merusak.

Nilai Profesionalitas (Profesionalisme)

Pendidikan harus dikelola secara serius dan berorientasi pada mutu. Guru, sekolah, dan lembaga pendidikan harus memiliki komitmen profesional.

Profesionalitas dapat diwujudkan melalui enam pendekatan: focus (fokus pada tujuan), fast (cepat dan efektif), fight (bersungguh-sungguh), fun (menyenangkan), flexible (luwes dalam metode), dan friendly (bersahabat).

Dengan penerapan nilai-nilai tersebut, pendidikan bermutu bukan sekadar wacana, tetapi menjadi kenyataan yang melahirkan generasi cerdas, berakhlak mulia, dan siap membangun peradaban yang unggul. (*)

Tinggalkan Balasan

Search