Pengajian Wali Santri Ponpes Al Fattah Sidoarjo: Tiga Hal Menyelamatkan dan yang Merusak

www.majelistabligh.id -

Hari Ahad ke-2, hari yang ditunggu-tunggu santri Pondok Pesantren Al Fattah Buduran Sidoarjo.  Hari itu momen saat mereka bertemu dengan orang tua, karena waktu jadwal kunjung dan pengajian rutin bulanan. Mata berbinar dan wajah sumringah melepas kerinduan dengan orang tua.

Ahad ke- 2, (10/8/2025) pengajian bulanan yang dihadiri asatidz, ratusan wali santi dan para santri diawali dengan sambutan pengasuh KH Muhtarom. ia menyampaikan pesan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan mengutip surat Al Ashr dan memberikan motivasi pada orang tua dan santri supaya melaksanakan tanggungjawabnya dengan sebaik- baiknya.

Sebagai penceramah pengajian bulanan kali ini Ustaz H Qomarudin. Pengajar di Pondok Pesantren Al Fattah 1997-2004 mengawali ceramahnya dengan memberikan motivasi agar para santri sungguh-sungguh dalam belajar karena para santri disiapkan menjadi mubaligh dan pemimpin masyarakat. Ia menyampaikan tiga hal yang menyelamatkan dan mencelakakan. Ia membaca hadis riwayat Baihaqi

Ada tiga hal yang bisa menyelamatkan dan tiga hal yang bisa merusak. Yang menyelamatkan yakni (1) takwa kepada Allah dalam sepi maupun ramai, (2) berkata benar (adil) dalam kondisi rida maupun marah, dan (3) bersikap sederhana dalam keadaan kaya maupun miskin.

“Sedangkan yang merusak antara lain (1) bakhil yang kelewatan, (2) nafsu yang diikuti, dan (3) ujub terhadap diri sendiri,” jelasnya.

Perintis pesantren Darut Tauhid Balongbendo ini lantas menjelaskan satu persatu makna hadis perkara yang menyelamatkan dan memberikan contoh dalam kehidupan supaya mudah dipahami oleh orang tua wali dan santri. Tiga perkara yang mencelakakan juga dibahas dengan runtut dan jelas.

“Perkara yang dibenci oleh Allah, manusia, hewan serta makhluk lainnya adalah bakhil, jangankan memberi untuk orang lain untuk kebutuhan dirinya sendiri berat untuk dikeluarkan,” tuturnya.

Perkara kedua yang membuat rusaknya kehidupan adalah hawa nafsu. “Nafsu senantiasa mengajak pada kejelekan, nafsu merasa benar sendiri, amarah sehingga merusak tatanan kehidupan” imbuhnya.

Ketua PCM Balongbendo periode 2015-2022 berpesan agar jangan berbangga diri seperti Qorun dan Firaun
“Qorun berbangga diri karena hartanya dan Firaun karena kekuasaannya, merasa bahwa semua yang dia miliki karena ilmunya” pesannya.

Setelah pengajian usai pk.10.40, para wali santri menikmati bazar makan yang disiapkan para santri untuk mengasah jiwa wira usaha para santri. (ridwan manan)

Tinggalkan Balasan

Search