Pengetahuan Islam itu Cahaya Kehidupan

www.majelistabligh.id -

*)Oleh : Husnul Khuluq
Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sukomulyo dan Majelis Tabligh PCM Manyar

Ilmu atau ilmu pengetahuan (disebut juga sains; serapan dari bahasa Latin: scientia) adalah suatu usaha sistematis dengan metode ilmiah dalam pengembangan dan penataan pengetahuan yang dibuktikan dengan penjelasan dan prediksi yang teruji, sebagai pemahaman manusia tentang alam semesta dan dunianya.

Pengetahuan Islam (Ilmu Islam) merujuk pada berbagai pengetahuan yang bersumber dari ajaran Islam, baik yang berkaitan dengan aspek keagamaan maupun kehidupan duniawi. Ilmu ini mencakup pemahaman tentang Al-Quran, hadis, fikih, tauhid, tasawuf, sejarah Islam, dan berbagai disiplin ilmu lainnya yang relevan dengan ajaran Islam.

Pengertian dan ruang lingkup ilmu Islam meliputi sumber ilmu, dalam Islam, Ilmu bersumber utama dari Al-Quran dan Sunnah (ajaran dan praktik Nabi Muhammad SAW.), dengan tujuan utama bahwa ilmu dalam Islam adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, memahami ajaran agama, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ruang lingkup ilmu dalam Islam sangat luas, yang mencakup ilmu aqidah, ilmu tauhid, ilmu fiqh, ilmu kalam, ilmu tasawuf, ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu bahasa arab dan bahkan ilmu kauniyah (ilmu alam), astronomi dan juga ilmu muamalah bainan naas (interaksi antar manusia), dsb.

Pengetahuan Islam memberi banyak penguatan, diantaranya memperkuat keimanan, memberi pemahaman tentang Islam secara komprehensif dan integratif dengan kehidupan, membimbing perilaku bermuamalah secara normatif dan religius.

Ilmu Islam memberikan pedoman dalam berperilaku, baik dalam hubungannya dengan Allah maupun sesama manusia serta menciptakan masyarakat yang berkualitas. Dengan ilmu, seorang muslim dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, memberi bekal di akhirat, ilmu yang bermanfaat akan membantu seseorang meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Kita juga mengenal ilmu pengetahuan umum, yang juga sangat dihargai dalam Islam. Ilmu-ilmu umum seperti sains, teknologi, dan lainnya dianggap sebagai bagian dari ciptaan Allah yang perlu dipelajari dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat manusia.

Islam mendorong umatnya untuk menuntut ilmu pengetahuan dari berbagai bidang, baik ilmu agama maupun ilmu umum, karena keduanya dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat bagi kehidupan, bahkan Allah SWT. akan meninggikan derajat orang yang mempelajari ilmu:
یرفع الله الذین أمنوا منکم والذین أوتواالعلم درجات
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
(QS. Almujadalah :11).

Dalam Islam, sumber cahaya utama adalah Allah SWT, yang digambarkan sebagai Al-Nur (Cahaya). Cahaya Allah ini meliputi segala sesuatu dan menerangi hati orang-orang beriman. Selain itu, Al-Quran juga disebut sebagai sumber cahaya petunjuk bagi umat Islam, serta ilmu pengetahuan dan kehidupan.
Allah SWT sebagai sumber cahaya.  Dalam Al-Qur’an, Allah digambarkan sebagai cahaya langit dan bumi.
Surah An Nur Ayat 35
۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi” (QS. An-Nur: 35).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah adalah sumber segala cahaya. Cahaya Allah ini juga diartikan sebagai cahaya keimanan yang menerangi hati orang-orang beriman. Al-Qur’an sebagai sumber pengetahuan, juga berfungsi sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan. Kitab suci ini berisi ajaran moral, etika, dan hukum yang menjadi landasan bagi kehidupan sehari-hari umat Islam.

Memahami Al-Qur’an secara mendalam dapat memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan, moralitas, dan hubungan dengan Allah serta sesama manusia.  Al Qur’an merupakan cahaya dalam kehidupan sehari-hari,konsep cahaya juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti matahari yang disebut sebagai sumber cahaya alami. (*)

Tinggalkan Balasan

Search