*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Jika seseorang berteman dengan orang-orang gemar beribadah, maka kemungkinan besar ia juga akan terdorong lebih rajin beribadah. Sebaliknya, jika berteman dengan orang yang suka bermaksiat, maka ada kemungkinan akan terpengaruh melakukan hal yang sama.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang akan ia jadikan teman dekatnya”. Hadis ini dari Abu Hurairah diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani.
Hadis ini menekankan pentingnya memilih teman dengan bijak, karena dapat mempengaruhi perilaku, akhlak, dan bahkan agama seseorang. Seseorang cenderung meniru kebiasaan, cara berpikir, dan bahkan nilai-nilai yang dipegang oleh teman dekatnya. Oleh karena itu, sangat penting berhati-hati dalam memilih teman dan memastikan bahwa teman-teman kita adalah orang-orang yang saleh dan dapat membawa kita pada kebaikan.
Hadis ini bukan berarti bahwa seseorang akan otomatis berpindah agama jika berteman dengan orang yang berbeda agama. Namun, hadis ini lebih menekankan pada pengaruh teman dalam membentuk karakter dan perilaku seseorang.
Hadis ini menjadi pengingat agar kita selektif dalam memilih teman, karena teman yang baik akan membawa dampak positif, sedangkan teman yang buruk bisa membawa dampak yang negatif.
Dalam Islam, teman yang baik adalah teman yang saleh, jujur, amanah, senantiasa mengingatkan pada kebaikan, dan menjauhkan dari perbuatan maksiat.
Hadis ini mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam memilih teman, karena teman memiliki pengaruh besar terhadap diri kita. Pilihlah teman yang saleh dan dapat membawa kita pada kebaikan, serta menjauhi teman yang dapat membawa kita pada keburukan.
Semoga bermanfaat. (*)
