Perbaiki Salatmu, Perbaiki Nasibmu

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Makna beribadah adalah melakukan segala bentuk perbuatan atau ucapan yang dicintai dan diridai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jika dalam Al-Qur’an dan hadis terdapat perintah untuk melakukan sesuatu, maka itu termasuk perintah untuk beribadah. Sebaliknya, jika Allah Ta’ala dan Rasul-Nya melarang sesuatu, meninggalkan larangan tersebut juga merupakan bentuk ibadah.

Perlu kita pahami, perintah Allah kepada manusia untuk beribadah bukan karena Allah membutuhkan ibadah kita. Allah tidak memerlukan ibadah hamba-Nya. Justru kitalah yang sangat membutuhkan ibadah kepada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka, dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 57)

Dan firman-Nya:

“Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)

Serta firman-Nya:

“Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa kufur, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (QS. An-Naml: 40)

Dengan demikian, semua manfaat dari ibadah yang kita lakukan akan kembali kepada kita sendiri. Kita hanyalah makhluk yang lemah, miskin, dan tidak sempurna.

Semakin baik ibadah yang kita persembahkan kepada Allah, semakin besar pula manfaatnya bagi kehidupan kita.

Di antara berbagai ibadah yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, salat adalah yang paling utama.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14)

Dan firman-Nya:

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Qur’an, dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam hadis yang diriwayatkan dari Tsauban:

“Beristiqamahlah kalian, dan kalian tidak akan mampu istiqamah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah salat. Tidak ada yang menjaga wudhu kecuali orang yang beriman.” (HR. Ibnu Majah no. 277 dan Ahmad 5:276)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah salatnya. Jika salatnya baik, maka ia telah beruntung dan berhasil. Jika salatnya rusak, maka ia telah gagal dan merugi. Jika ada kekurangan pada salat wajibnya, maka Allah berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki salat sunnah.’ Lalu disempurnakanlah kekurangan dari salat wajibnya. Kemudian demikian pula berlaku untuk seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi no. 413 dan An-Nasa’i no. 466)

Peliharalah salatmu, karena dengannya kita akan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Aamiin yaa Mujibassailin. (*)

Tinggalkan Balasan

Search